Hari Ayah, Momentum Sinergitas Dalam Membangun Pola Asuh Anak Milenial

Bandung, Prabunews.com – Setiap tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional dan di Indonesia peringatan ini mulai dideklarasikan pertama kali di Solo tahun 2016.

Hari Ayah lahir atas prakarsa paguyuban Satu Hati, lintas agama dan budaya yang bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Tahun 2014, PPIP mengadakan peringatan Hari Ibu di Solo dengan cara mengadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ibu.
Pada momentum itu hadir pertanyaan tentang kapan menulis surat untuk ayah dan dari momentum inilah akhirnya PPIP mendeklarasikan Hari Ayah pada tanggal 12 November.

Keberadaan sosok Ayah dirasakan perlu mendapatkan apresiasi yang sama dengan momentum sebuah peringatan lainnya karena mengingat betapa pentingnya peran ayah dalam sebuah keluarga.

Keberadaan posisi ayah dianggap sejajar dengan ibu dan selalu punya cara sendiri dalam menjalankan perannya sebagai kepala rumah tangga, pemberi nafkah, pelindung, dan masih banyak peran penting lainnya di keluarga.

Keberadaan keluarga digambarkan sebagai suatu bangunan ideal dengan kehadiran dua sosok pengasuh untuk anak, keduanya memilikin peranan dan tugas berbeda namun sangat penting.

Kehadiran ayah dan ibu memang untuk saling melengkapi dan memberikan makna.Seorang ayah membawa sifat disiplin, tanggung jawab dan kerja keras. Sedangkan seorang ibu menggenapinya dengan kasih sayang, rasa sensitif atau kepekaan, dan ketelatenan.

Drs.Hikmat Ginanjar, M.Si Kadisdik Kota Bandung

Dalam pola keluarga tradisional, peran ayah adalah seorang pencari nafkah yang hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga.

Tanggung jawab akan kegiatan domestik dan perkembangan anak sepenuhnya adalah tugas ibu, yang melekat dengan istilah urusan dapur, sumur dan kasur.

Tetapi, ternyata pola pengasuhan keluarga pun berubah. Perubahan itu terjadi bukan karena tuntutan, namun semata dunia yang juga berubah secara demografi, sosial, dan budaya.

Drs.Hikmat Ginanjar, M.Si Kadisdik Kota Bandung mengatakan peran strategis antara ibu dan ayah sangatlah bermakna bagi keluarga.
Pada saat ini dinamika perubahan dunia secara demografi, sosial, budaya dan tatanan ekonomi yang sangat cepat turut mewarnai perubahan peran itu.

Perubahan dinamika itu pada titik tertentu mendorong perempuan harus bekerja dianggap sebagai sebuah solusi dari tuntutan ekonomi ketika gaji laki-laki tidak lagi cukup untuk menutup tuntutan kebutuhan.

Peran Ibu dan Ayah dalam pola asuh anak sangatlah penting terutama untuk mewarnai pendidikan karakter dan kecakapan lainnya.Artinya selain Ibu, ayah pun memiliki peran yang sama untuk hadir dan terlibat dalam perkembangan anak, tegas Hikmat

Alangkah indah jika kolaborasi mengahadirkan ruang-ruang pola asuh terbaik senantiasa dihadirkan didalam komunikasi keluarga.
Ibu yang perhatian dan telaten mengajarkan teori, sedangkan ayah yang pemberani memberi dorongan motivasi dan praktik kepada anak dengan kasih sayang.

(Kang Amat)

Scroll to Top