Bandung, Prabunews.com – Indonesia merupakan sebuah negara dengan komposisi yang sangat majemuk, selain keberagaman budaya juga keberadaan geografis yang sebagiannya terpisah-pisah oleh lautan.
Sangat diperlukan sebuah terobosan bagi siapapun yang memiliki kecintaan terhadap Indonesia dengan tetap menjadikan perbedaan sebagai nilai-nilai kebaikan.
Pada hari ini dengan dimensi latar belakang yang berbeda nampak jelas di sebuah acara silaturahmi kebangsaan yang bertempat di Padepokan Alam Santosa.
Pada kesempatan itu hadir para sesepuh masyarakat adat yang tergabung dalam Komunitas Olot dan berberapa komunitas masyarakat dari beberapa daerah yang ada di Indonesia.
Keberadaan mereka di Padepokan Alam Santosa merupakan usaha yang dilakukan oleh Abah Eka Santosa dalam terus membumikan gerakan-gerakan kepedulian terhadap Bumi Pertiwi.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Abah Eka bahwa Bumi Nusantara dihadirkan dengan berbagai macam keistimewaan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan sudah sewajibnya lah sebagai putra-putri yang dilahirkan di Bumi Pertiwi ini punya jiwa senantiasa mencintai bahkan ikut melestarikan keberadaan alam yang memiliki potensi yang sangat luar biasa.
Hal ini bisa dilihat dari keberadaan Padepokan Alam Sentosa dimana pada saat mulai dikelola wilayah ini merupakan wilayah yang sangat gersang.
Dengan berbagai macam upaya dan perjuangan yang konsisten dan dibarengi dengan niat yang kuat, sedikit demi sedikit lokasi ini menjadi sebuah wilayah yang subur daya alam.
Hadir pada kesempatan yang sama selain para sesepuh dari komunitas Olot dan Komunitas Masyarakat luar daerah, beberapa tokoh masyarakat yang memiliki komitmen yang kuat dalam upaya mencintai Bumi Pertiwi dari kacamata dan pergerakan yang berbeda.
Beberapa tokoh yang hadir diantaranya ada Syarif Bastaman, Iip Syaripudin, Budi Rajab
, Mayjen Dwi, Ahmad Setiawan, Kang Ipik, Iwan FAGI, Uung Wanadri, Paku Sunda, Komunitas Cinta Budaya Nusantara, Alumni GMNI, Forum DAS, Komunitas PADI.

Mereka menyatakan sebuah tekad yang bulat bahwa perjuangan untuk menghadirkan tatanan pengelolaan negara dan lingkungan yang benar-benar pijat pada keberlangsungan kehidupan termasuk bagi generasi yang akan datangdatang.
Selain itu pertemuan silaturahmi tersebut dihadiri oleh Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah yang menyapa para peserta pertemuan yang berada di padepokan Alam Sentosa melalui jaringan telekomunikasi.
Ganjar menyatakan sangat mengapresiasi pertemuan para tokoh masyarakat tersebut dan dirinya menyatakan bahwa ini merupakan potensi yang sangat luar biasa dimana dalam membangun Indonesia maka keberanian untuk menghargai keberagaman adalah hal yang sangat mutlak.
Kita tidak bisa mengesampingkan keberagaman apalagi harus tergiring pada upaya mengkotak-kotakan berdasarkan asumsi dan pikiran pribadi karena sebagai sebuah bentuk kado terindah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa diantaranya kita dilahirkan di Bumi Pertiwi yang secara jelas hadir dengan keberagaman.
Keberagaman adalah sebuah energi manakala siapapun diantara kita bisa mengelolanya sebagai buah pusaran kebaikan dengan mengesampingkan sekecil apapun bentuk perbedaan yang ada, tegas Ganjar.
(Kang Amat)