Prabunews.com – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi menyampaikan, tugas Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta (FKKSMKS) selain membawa mandat, juga harus menjadi tim lobi dan menjemput impian-impian
“Saya berharap ada inovasi dan kolaborasi,” ucap Kadisdik saat menghadiri Kongres II FKKSMKS Jabar, di Sangga Buana Hotel & Bungalows, Jalan Raya Cipanas Puncak Rd No.6, Kabupaten Cianjur Selasa (6/9)
Salah satunya, ujar Kadisdik, membuka program sekolah swasta peduli kaum duafa, dengan memberikan SPP gratis bagi masyarakat tidak mampu.
“Saya harap ini bisa menjadi program. Bisa dengan nama ‘sekolah swasta peduli’. Sampaikan kepada masyarakat bahwa sekolah swasta juga peduli dengan menggratiskan siswa dari keluarga tidak mampu,” tuturnya.
Selain itu, Kadisdik pun mendorong sekolah swasta bisa berkembang dan bekerja sama dengan 35 SMK Negeri BLUD.
Kadisdik mengungkap, akan ada 7 ekonomi baru yang hadir di Jabar. Di antaranya, Jabar menjadi pusat investasi ASEAN yang harus disiapkan SDM-nya. Selanjutnya, Jabar juga akan swasembada pangan untuk menekan impor bahan pangan.
Begitupun di bidang kesehatan, pekerja sosial, ekonomi digital, dan pariwisata, Kadisdik mengimbau untuk dikembangkan. Kadisdik berharap pihak SMK dapat manfaatkan peluang-peluang tersebut dan dapat menjadi bagian dari kemandirian
Di samping itu, Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Harris Bobihoe menyatakan, sekolah swasta masih diperlukan dan banyak pula sekolah swasta yang punya prestasi karena bisa berimprovisasi terhadap kurikulum.
“Ini harus dimanfaatkan oleh sekolah swasta bagaimana berimprovisasi agar memiliki nilai tambah bagi para lulusannya,” ujarnya.
Ke depan, ia berharap, lulusan SMK bisa membuka lapangan kerja. Bukan hanya menjadi pekerja, sekolah swasta juga harus peka dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat
Kongres ini pun dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Disdik Jabar, Edy Purwanto, Wakil Bupati Cianjur serta ketua dan seluruh anggota FKKSMKS Jabar