Bandung, Prabunews.com – Pada hari ini (21/2) bertepatan dengan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Walikota Bandung Yana Mulyana meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang berlokasi di Cicukang Holis.
TPST ini menggunakan teknologi RDF.
Teknologi RDF merupakan pengolahan sampah anorganik melalui proses homogenizers menjadi ukuran yang lebih kecil atau dibentuk menjadi pelet. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dalam proses pembakaran recovaring batu bara untuk pembangkit tenaga listrik.
Alat ini mampu mengolah hingga 10 ton sampah residu dan sampah kering per harinya.
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap, dengan adanya TPST Cicukang Holis dapat memaksimalkan upaya penurunan jumlah sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), selain upaya maksimalkan gerakan Kang Pisman yang digalakan sejak 2018.
Saya tidak bosan mengingatkan sampah harus selesai sejak dari sumbernya,” ucap Yana
“Kapasitas sebesar apapun (teknologi TPST), tetap perlu dibantu kebiasaan warga,” terangnya.
Selain itu harus dibangun upaya pembiasaan memilah dan memilih sampah sejak di rumah, juga perlud menerapkan pengangkutan sampah yang lebih tematik.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudi Prayudi menyebut, berbagai upaya telah dilakukan DLH Kota Bandung untuk menekan angka sampah.
Beberapa di antaranya selain Kang Pisman antara lain: Kawasan Bebas Sampah (KBS), Waste to Food, membangun Pusat Olah Organik, Sekolah Kang Pisman, hingga berkolaborasi dengan Bandung Great Sale pada HJKB ke-212, 2022 silam.
“Dampak luar biasa dari peristiwa Bandung Lautan Sampah di 2005 memberi kita banyak pelajaran,” ujar Dudi.
Dudi juga menerangkan, Kota Bandung akan ada 9 TPST yang menerapkan teknologi RDF hasil kolaborasi berbentuk Improvement Of Solid Waste Management to Support Regional Area and Metropolitan Cities (ISWMP).
“Jadi di tahun 2023 ada 3 lagi. Di Nyengseret, Cicabe, dan Tegallega,” terangnya.
Untuk diketahui, pada 2022 Kota Bandung berhasil menekan angka pengiriman sampah ke TPA hingga sekitar 93.000 ton dalam setahun.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengapresiasi hadirnya TPST Cicukang Holis dengan teknologi RDF. Ia menyebut, hadirnya teknologi ini sebagai berkah bagi Kota Bandung.
“Saya pribadi mendukung teknologi RDF (dalam pengolahan sampah), karena tidak ada emisi,” ucap Tedy.
Ia juga menyebut, permasalahan sampah adalah salah satu layanan dasar yang harus dipertimbangkan keberlanjutannya.(Kang Amat)