Harapan Besar Warga Kota Kembang dengan Hadirnya BPBD Kota Bandung

Bandung | Prabunews.com Akhirnya dalam waktu yang tidak lama lagi Kota Bandung akan memiliki sebuah lembaga pemerintah non-departemen yang memiliki tugas erat berhubungan dengan penanggulangan bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan lahir di kota ini setelah melalui penantian yang cukup panjang dan melelahkan.
BPBD menjadi salah satu unsur pendukung tugas Kepala Daerah di bidang penanggulangan bencana di setiap daerah termasuk di Kota yang berpenduduk hampir 2,7 juta jiwa.

Selama ini tugas Penanggulangan Kebencanaan di Kota Bandung terpaut pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar-PB).

Menggali informasi tentang keberadaan lembaga ini telah mengantarkan penulis kepada salah seorang anggota DPRD Kota Bandung, Asep Sudrajat, S.A.P.
Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung ini mengatakan penggodokan keberatan lembaga BPBD ini sudah cukup lama dan tarik ulurnya pun cukup alot, namun Alhamdulillah semua persoalan sudah terlalui.
Kita mulai dengan mengisi kebutuhan posisi Sumber daya manusia yang akan mengisi setiap tupoksi di BPBD.
Sementara itu untuk program BPBD masih bisa menyelaraskan dengan program yang ada di Damkar-PB Kota Bandung.
Keberadaan BPBD Kota Bandung sangatlah urgent dan penting.
Hal ini sangatlah beralasan mengingat potensi bencana dapat terjadi kapan pun.
Oleh karena itu diperlukan penguatan kesiapsiagaan mitigasi bencana pada masyarakat dan ini melekat kuat pada tupoksi keberadaan BPBD tersebut.
Kota Bandung memiliki potensi kebencanaan disamping isu Megatrush, Sesar Lembang, Banjir, Longsor, Sampah termasuk bencana lainnya
Oleh karena itu keberadaan BPBD Kota Bandung menjadi bukti responsif pemerintah pada masalah kebencanaan yang ada dan mungkin terjadi.

David Riksa Buana, Ketua LSM Trapawana Jabar dan sekaligus sebagai aktivis kebencanaan mengatakan hadirnya BPBD merupakan bukti renponsip positif dari Walikota Bandung terhadap antisipasi dan reaksi atas realitas terkait kebencanaan di wilayah kota bandung, meski demikian ada yang harus menjadi perhatian terhadap eksistensi nya kedepan, terutama tentang bagaimana menjalin Sinergi Dan Kolaborasi dengan seluruh stakeholder yang ada, baik di skpd pemerintahan maupun di tingkat Masyarakat.

Banyak potensi Masyarakat yang selama ini belum dilirik dan dijadikan mitra strategis didalam pelaksanaan tupoksinya.
Selama ini kelompok kelompok tertentulah yang seolah memiliki legitimasi atas berbagai kegiatan kebencanaan, bahkan cenderung ikut bermain anggaran, sudah selayaknya kelompok kelompok ini dipetakan, didata dan dibina oleh bpbd kedepan, sehingga penanganan kebencanaan harus menjadi ruang aksi bersama dalam berkegiatannya juga sebagai wujud partisipasi aktif Masyarakat dalam kegiatan penanganan kebencanaan.

Soma Suparsa yang akrab dipanggil Kopral Soma,Tokoh kebencanaan dari Wanadri sangat menyambut baik kehadiran BPBD Kota Bandung ini dan beliau menegaskan sebagai sebuah badan yang terpenting dari keberadaan BPBD ini adalah kehadiran Kalak yang humble dan memiliki kecakapan untuk menjalin komunikasi lintas sektor agar setiap dimensi potensi dari unsur-unsur terkait bisa dimaksimalkan untuk mendorong kinerja dan tupoksi BPBD itu sendiri.

Pernyataan lain hadir dari Amires Pahala Kepala Seksi Mitigasi Bencana sekaligus sebagai salah seorang personel dari FPRB.
Dirinya mengatakan bahwa BPBD memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat sadar bencana dan hal ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak tapi perlu dukungan dari banyak pihak termasuk para Relawan kebencanaan.
Oleh karena itu kolaborasi multi stakeholder, komunitas dan relawan kebencanaan menjadi hal yang wajib. **(Kang Amat)

Scroll to Top