Bandung | Prabunews.com – Senin 21 Juli 2025 – Aksi unjuk rasa besar-besaran digelar oleh para pelaku usaha pariwisata di Kota Bandung. Puluhan bus pariwisata memadati kawasan Flyover Pasupati sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan larangan study tour bagi sekolah-sekolah di Jawa Barat.
Aksi ini dimulai setelah para pengusaha, sopir, dan pemandu wisata sebelumnya menggelar aksi damai di depan Gedung Sate dan DPRD Jawa Barat. Namun karena merasa tidak mendapatkan tanggapan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, massa kemudian bergerak dan memarkirkan armada mereka di jalan layang strategis tersebut.

Langkah ini mengakibatkan kemacetan parah di sejumlah ruas jalan utama, khususnya yang mengarah ke kawasan Pasteur dan Gasibu. Meski demikian, aksi berlangsung tertib dan tidak anarkis. Pihak kepolisian turut berjaga dan berusaha membubarkan massa dengan pendekatan persuasif.
Koordinator lapangan aksi, Herdi Sudardja, menyebutkan bahwa larangan study tour membuat pendapatan pelaku usaha pariwisata anjlok hingga 60 persen. Bahkan, banyak pekerja yang harus dirumahkan atau beralih profesi. Menurutnya, surat edaran Gubernur yang membatasi kegiatan luar sekolah justru memukul ekosistem pariwisata pendidikan yang selama ini menjadi mitra sekolah dalam pembelajaran luar kelas.
Sementara itu, salah satu demonstran yang turut serta dalam aksi menyampaikan terkait Aksi ini berharap “Dicabut surat edaran Gubernur No 3. Tentang larangan study tour,boleh membuat kebijakan tapi harus ada solusinya, jangan sampe pelaku pariwisata kelaparan”ujarnya saat diwawancarai oleh Tim Prabunews.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kota Bandung menyatakan akan menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah provinsi Jawa Barat.
Aksi ini menjadi penanda bahwa kebijakan yang berkaitan dengan dunia pendidikan juga berdampak luas pada sektor pariwisata seperti agen wisata, hingga penyedia transportasi. Para pengunjuk rasa berharap pemerintah membuka ruang dialog dan segera mengevaluasi kebijakan yang dianggap terlalu menutup akses belajar di luar lingkungan sekolah.**(Rei Prabu)