B2W Bandung prihatin pesepeda menjadi korban kecelakaan lalu lintas Kota Bandung


Bandung, Prabunews.comKecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa Pesepeda kembali terulang kembali setelah beberapa waktu yang lalu menimpa para pelajar Pesepeda.
Kali ini korbannya adalah seorang pesepeda wanita yang menjadi korban akibat laka lantas (29/7).
Seorang Pesepeda wanita yang sedang mengayuh pedalnya tertabrak dari belakang oleh kendaraan Avanza hitam tepat di depan terminal Leuwipanjang.
Disinyalir kendaraan Avanza itupun menjadi korban tertabrak dari belakang oleh sebuah kendaraan truk barang yang diperkirakan kendaraannya tidak dapat dikendalikan akibat rem blong.
Andi Ketua Bike To Work (B2W) Bandung turut menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya seorang pesepeda dalam kecelakaan lalu lintas hari ini. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan kita bahwa pesepeda masih menjadi kelompok pengguna jalan yang sangat rentan.
Keselamatan di jalan bukan hanya menjadi tanggung jawab pesepeda, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, operator angkutan, perusahaan pemilik kendaraan, hingga seluruh pengguna jalan.
Kami meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan, termasuk kondisi teknis kendaraan yang terlibat, kepatuhan terhadap uji berkala (KIR), serta sistem perawatan dan pemeliharaan kendaraan oleh perusahaan apabila kendaraan tersebut merupakan kendaraan operasional. Jika ditemukan adanya kelalaian dalam pemenuhan standar keselamatan, maka harus ada penegakan hukum yang tegas.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan jalan tidak cukup hanya mengandalkan perilaku individu. Diperlukan pengawasan yang konsisten terhadap kelayakan kendaraan, budaya keselamatan di perusahaan angkutan, serta pembangunan infrastruktur yang mampu melindungi pengguna jalan yang paling rentan, termasuk pesepeda dan pejalan kaki.
Kami berharap tidak ada lagi nyawa yang menjadi korban akibat lemahnya sistem keselamatan transportasi. Setiap orang berhak pulang ke rumah dengan selamat, tegas Andi.(Kang Amat)