
Bandung, Prabunews.com – Salah satu bagian dari hadirnya kinerja adalah anggota dewan khususnya anggota DPRD kota Bandung dalam upaya memberikan pelayanan menyeluruh bagi seluruh warga Kota Bandung terutama yang berhubungan dengan pelayanan memberikan edukasi positif bagi generasi penerus.
Pada hari ini (4/11) Sherly Theresia, A.Md.Keb., S.ST., M.A.R.S., M.M. Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung mengunjungi salah satu SMP Negeri yang ada di wilayah kecamatan Bandung Kulon tepatnya di SMP Negeri 55 kota Bandung.
Kehadiran Sherly di SMP 55 Kota Bandung dalam rangka memenuhi undangan sebagai inspektur upacara pada kegiatan Camping Pendidikan Dasar (CPD) Latsar RESIK SMP 55 Kota Bandung.
Kegiatan CPD ini dilaksanakan sebagai salah satu realisasi program yang terpaut erat dengan latihan dasar kepemimpinan dan bela negara yang diberikan kepada kelas 7 selama 4 bulan penuh.

Dalam arahannya Sherly mengatakan bagaimana pentingnya semangat untuk berubah karena dengan hadirnya semangat untuk berubah termasuk di dalamnya kemauan untuk beradaptasi dengan kondisi kekinian maka para peserta didik akan menjadi generasi yang benar-benar mengetahui tentang tugas pokoknya sebagai pelajar di sekolah.
Selain itu kemauan untuk meningkatkan potensi dan kompetensi diri para pelajar diharapkan akan mampu menjadi generasi penerus yang benar-benar mau dan mampu untuk menyeimbangkan diri dengan tuntutan kekinian.

Setiap usaha dan upaya tentunya akan menjadikan perjalanan yang tidak terlepas dari harapan untuk mencapai sebuah kesuksesan oleh karena itu para peserta didik khususnya siswa SMP 55 kota Bandung harus mau terus untuk berupaya agar dirinya menjadi sosok yang benar-benar siap untuk bersaing di era globalisasi yang serba cepat dan menuntut perubahan yang sangat masif, tegas Sherly.
Kegiatan CPD ini diikuti oleh peserta didik kelas 7 dan melaksanakan beberapa agenda program yang sudah disusun yang tidak terlepas dari berbagai macam agenda pendidikan karakter di dalamnya menumbuhkan rasa tanggung jawab kedisiplinan kemampuan beradaptasi secara sosial dan kemandirian serta pembentukan upaya menjadikan peserta didik sebagai sosok yang memiliki kecakapan spiritual.(Kang Amat)