AA.Maung : KPU Dan Panwas Seharusnya Bertindak Tegas Pada Pelaksanaan Kampanye Yang menimbulkan Kerumunan Daripada Mempermasalahkan Pembagian Sembako Oleh Paslon Di Pilkada

Cimahi, Prabunews.com – Asep B Kurnia atau AA.Maung yang dikenal dengan tokoh nonoman muda Jawa Barat memberikan komentar kontroversi dan sedikit nyeleneh saat diminta pandangannya oleh Prabunews.com mengenai “Suasana Pilkada saat ini”.

AA.Maung mengatakan bahwa dari awal juga saya kurang sepakat bahwa Pilkada dilanjut dan menginginkan ditunda dahulu sebelum masa pandemi covid-19 selesai.

Selain itu Asep mengatakan, saya sekali lagi terus memberikan himbauan pada KPU untuk tetap menjalankan protokol kesehatan tapi tetap saja kerumunan massa terjadi pada saat kampanye dan disini tidak ada tindakan yang tegas terkait kerumunan massa yang dapat menimbulkan klaster baru.

KPU, Panwas saya melihatnya hanya menpermasalahkan sekitar pembagian sembako, pemakaian mobil dinas, keterlibatan ASN, itu hanya permasalahan klasik yang biasa terjadi dan ujungnya tetap saja jarang aturan itu berlanjut jadi kalau saya lihat “tambah teuing teu katinggali gawe'” ( daripada gak kelihatan bekerja).

Rencana Pilkada terus dilakukan saat Pandemi Covid-19 berlangsung justru Pemerintah harusnya lebih jeli untuk melihat kondisi dimana masyarakat saat ini banyak sekali yang sangat kekurangan dalam hal kebutuhan pokok, mereka yang tidak mampu dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok dan disaat ini berharap bantuan Pemerintah yang tidak kunjung datang dan akhirnya tidak kebagian itu lebih memprihatinkan, ujarnya.

Jadi hitung hitung membantu Pemerintah dalam membantu Masyarakat yang kesusahan dalam memenuhi kebutuhan pokok, saya pribadi lebih sepakat Paslon di pilkada yang mampu dan mau untuk membantu masyarakat, dan otomatis bisa menutupi kekurangan bantuan yang bersumber dari Pemerintah, daripada ngurusin PILKADA tapi keadaan masyarakat yang ada tidak terbaca yang sesungguhnya dimana saat ini sedang kebingungan dan kesusahan.

Untuk saat ini masyarakat saya rasa sudah cerdas, bisa memilih siapa yang layak dan mampu untuk menjadi pemimpin jadi tidak menjamin juga dikasih sembako akan memilih.

Asep memandang bahwa pilkada saat pandemi ini dipaksakan dan dilaksanakan dengan kepentingan politik, dengan aturan yang ditambah saat pandemi tapi tidak jelas penegakannya khususnya dalam hal protokol kesehatan, yang dilakukan aturan hanya cenderung aturan Pilkada biasa saat keadaan normal saja, ujar AA Maung.

“Jadi ya sudah sekarang masyarakat lagi susah banyak yang membutuhkan, saya lebih setuju Paslon berbaik hati bisa menyisihkan rejekinya pada masyarakat yang dirasa sangat membantu dalam keadaan yang serba sulit ini”, ujar AA Maung.

Tapi nasi sudah menjadi bubur, apapun aturan yang sekarang dipakai ya sudah dilakukan, saya hanya bisa ber do’a bahwa seluruh warga Indonesia, dan wilayah yang melaksanakan pilkada serentak semuanya dalam keadaan sehat dan pandemi covid-19 segera berlalu, pungkasnya.

(Dadan Sambas)

Scroll to Top