Cimahi, Prabunews.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI / Presedium Gekanas Roy Jinto Ferianto mengatakan, kalangan buruh tidak terlibat pada aksi ricuh di beberapa titik di Kota Bandung pada demo Selasa, (7/10/2020) kemarin.
Buruh yang tergabung dalam organisasi serikat, kata dia, tidak menggelar aksi di sekitar DPRD Jabar. “Aksi kami di Bandung dipusatkan di Balai Kota Bandung. Kami juga membubarkan diri pada pukul 17.00 WIB,” kata Roy, Rabu (7/10/2020).
Hal itu menanggapi aksi demo menolak di Bandung yang sempat diwarnai kericuhan yang dilakukan sejumlah kelompok massa pada Selasa, (7/10/2020) kemarin. Massa sempat merusak fasilitas umum di Taman Cikapayang, mobil polisi, serta melakukan pelemparan ke Gedung DPRD Jabar.
Selain itu, massa juga sempat memblokir fly over Pasupati. Namun, kejadian tersebut tidak berlangsung lama. Jalur tersebut dapat kembali dilalui masyarakat. Arus kendaraan pada sore harinya kembali normal.
“Kemarin kami tidak ada di DPRD Jabar. Untuk di Bandung kami fokus di BalaiKota Bandung sampai sore. Jadi kejadian di DPRD kemarin sangat jelas, termasuk menurut kepolisian juga telah disampaikan, tidak ada buruh dan bukan buruh,” ujar Roy.
Menurut Roy, sejak awal pihaknya sudah sampaikan, bahwa aksi yang digelar selama tiga hari, dilakukan secara damai. Tuntutannya, murni tentang menolak UU Cipta Kerja. Tidak ada tuntutan lain. “Aksi hari ini akan kami lakukan secara tertib aman dan tidak boleh anarkis dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.
(Dadan Sambas)