Prabunews – Sebuah asteroid seukuran lemari es melesat melewati Bumi minggu lalu. Para astronom tidak menyadari hal tersebut hingga beberapa jam setelah objek tersebut hilang.
Asteroid dengan julukan 2021 UA1 itu mendekati sisi siang hari pada Bumi dari arah matahari, hal tersebut membuat objek ini tidak terdeteksi.
Berdasarkan laporan CNET, dengan ukuran 2 meter, UA1 terlalu kecil untuk menimbulkan ancaman. Kalaupun objek tersebut menabrak Bumi, sebagian besar asteroid tersebut akan terbakar habis di atmosfer sebelum bisa menyentuh tanah.
Menurut Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) NASA, komet dan asteroid yang mengorbit dalam lingkungan kosmik kita, mendekati Bumi dalam jarak 1,3 unit astronomi sekitar 194,5 juta kilometer dikenal sebagai objek dekat Bumi atau NEO
Menurut NASA, sebuah objek akan dianggap berbahaya apabila memiliki ukuran setidaknya 140 meter. UA1 mungkin tidak cukup besar untuk mengancam Bumi, tetapi bagaimana dengan asteroid yang lebih besar yang mungkin menuju ke arah kita? NASA juga sedang menyelidiki teknologi pertahanan untuk melindungi Bumi dari kemungkinan terjadinya tabrakan dengan batuan luar angkasa yang lebih besar, melalui defleksi.
Uji Pengalihan Asteroid Ganda (DART), akan diluncurkan pada 24 November, untuk menguji metode pengalihan asteroid dengan menabrakannya dengan pesawat ruang angkasa yang dikendalikan dari jarak jauh berkecepatan tinggi.
Para ilmuwan akan mengirim pesawat ruang angkasa DART meluncur ke asteroid biner dekat Bumi Didymos, yang berbentuk seperti gasing berputar dan memiliki dua badan; yang lebih besar berdiameter sekitar 2.600 kaki (780 m), dan bulan kecilnya berdiameter sekitar 520 kaki (160 m).