Muna, Prabunews.com – Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Satker Wilayah III (Muna, Buton, dan Wakatobi) melaksanakan proyek revitalisasi drainase di ruas jalan nasional yang berada di Kabupaten Muna dengan sistem padat karya.
Pekerjaan proyek ini dilaksanakan di Desa Pentiro Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna yang berlangsung sejak awal Agustus hingga akhir September 2020 nanti.
Ditemui Parabunews.com saat meninjau pelaksanaan pekerjaan ini, Rabu (16/9/220), Hariyono, Satker Wilayah III menyatakan, “proyek ini terdiri dari dua item pekerjaan yakni galian drainase biasa dan galian drainase beserta pasangan mortar/beton, jadi pekerjaan ini membutuhkan tenaga kerja skil dan non skil”.
Sesuai dengan petunjuk Kementerian PUPR, pekerjaan ini dilaksanakan dengan sistem padat karya, upahnya harian, tetapi ada target volume pekerjaan yang harus diselesaikan, jadi masyarakat yang ditugaskan menjadi mandor kami tekankan harus seimbang antara target hari kerja dan volume pekerjaan, imbuhnya.
Anggaran pekerjaan ini persumber dari DIPA Kementerian PUPR, dan dibawah koordinasi BPJN Sultra, pekerjaan ini bertujuan selain untuk membangun infrastruktur pendukung ruas jalan nasional juga memberikan tambahan penghasilan kepada masyarakat yang menjadi pekerja guna mempertahankan daya beli masyarakat ditengah Pandemi Covid-19 ini, bebernya.
Jika pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu dan dianggap sangat membantu perekonomian masyarakat, maka bisa saja akan ada pekerjaan lanjutan lagi. “Kami akan laporkan ke pusat tentang hal itu”, pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Nasrun, Kepala Seksi Pembangunan BPJN Sultra, yang turut serta dalam kunjungan ini juga memberikan keterangan bahwa, di titik ini (Desa Pentiro) pekerjaan penggalian drainase biasa sepanjang 4,6 km, dan pekerjaan galian drainase dengan pasangan mortar sepanjang 561 meter.
Harapan kami semoga nantinya bangunan ini bisa bermanfaat dan di jaga keberadaanya. Kepada pekerja agar tetap menjaga standar keselamatan kerja, serta tetap menerapkan standar protokol Covid-19 dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak saat bekerja, pungkasnya.
Ditempat terpisah, Rajab, salah satu mandor pekerjaan ini menyatakan , tak kurang dari 145 orang masyarakat yang terlibat dalam pekerjaan ini, terdiri dari pekerja galian tanah, tukang batu, dan mandor.
Sementara itu, Kepala Desa Pentiro, La Ode Asnar. S, saat ditemui disela-sela menerima kunjungan Satker pekerjaan ini menyampaikan, ” saya atas nama masyarakat sangat berterima kasih atas ditempatkanya pekerjaan ini di desa kami, ini seperti rahmat buat kami, ditengah kesulitan ekonomi akibat dampak Covid-19, kami justru kembanjiran pekerjaan, hitungan kasar saya, tak kurang dari 200 juta rupiah uang beredar di desa kami selama pekerjaan ini, dan itu masih akan bertambah, terangnya.
Pekerjaan Revitalisasi Drainase ini selain dilaksanakan di Muna juga dilaksanakan di Buton dan Wakatobi.
(LA.98)