Bank Emok jadi Pusat Perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung

Kab. Bandung, Prabunews.com – Untuk mengatasi masalah rentenir dan bank emok atau bank-bank sejenisnya itu, Pemerintah Kabupaten Bandung selain tengah membuat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), juga telah melakukan upaya lain.

“Kita bersama DPRD sedang membahas mengenai Perda untuk menangani permasalahan pencegahan rentenir, termasuk berkaitan dengan bank emok,” papar Bupati Bandung H Dadang M Naser, usai louncing lahan percontohan pengendalian erosi menggunakan teknologi Polymer Envirotak II dan penanaman Vetiver, di tebing seluas 500 meter persegi, di Kampung Papakmanggu, Desa Cibodas, Kecamatan Pasirjambu, Jumat lalu. Kaitan bank emok, Bupati meminta kepada ibu-ibu pengajian, kepala desa dan ibu kades, agar tak segan memberikan penjelasan atau sosialisasi kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan pinjaman bunga-berbunga.

Untuk mencegah menjamurnya bank emok, kata Dadang Naser, Pemerintah Kabupaten Bandung juga telah melakukan tindakan preventif, yaitu adanya kemudahan pinjaman ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kerta Raharja.

Selain itu, disiapkan pula pinjaman ke Bjb berupa Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera) yang bisa di pusatkan di Mesjid- Mesjid. “Nah tinggal pola pendekatan kerjasama dan manajemennya. Jadi di Mesjid boleh melakukan pendekan pinjaman kepada masyarakat yang terdesak,” ucap Dadang.

Namun yang jadi masalah, tutur Dadang, kaitan mental masyarakat atau nasabah yang perlu diperbaiki bila diberi pinjaman bank pemerintah.

“Kalau dikejar kejar bank emok mereka bayar, mereka pinjam sana pinjam sini, kalau ke bank pemerintah susah. Itu yang jadi masalah, apalagi ke Bumdes tidak bayar, ini karena mental, jadi harus diperbaiki dulu mentalnya, kata Dadang, Selain dipersiapan kemudahan pinjaman ke bank pemerintah, Pemkab Bandung juga memberikan solusi lain. Berupa slogan atau ajakan agar masyarakat tidak tergiur dengan rentenir.

“Ada percontohan di beberapa tempat, seperti di Desa Mekarsari Pasirjambu, dengan anti rentenir, masyarakat menolak kehadiran bank emok, serta Desa Alam Endah. Saya juga minta di desa desa lain, tolong bikin spanduk tolak bank emok, tolak kehadiran rentenir,” kata Dadang.

Dadang mensinyalir, adanya rentenir berwajah koperasi dan rentenir berwajah bank emok. “Ini kita analisa, bunga berbunga rakyat sampai rumahnya disita, kan tidak manusiawi. Itu bahayanya rentenir,” tutur Dadang.

Sementara itu dalam mencegah keberadaan bank emok di Kabupaten Bandung, PT BPR Kerta Raharja telah menyiapkan program bantuan bagi masyarakat korban bank emok. Untuk program tersebut Bank milik Pemkab Bandung ini telah mengucurkan anggaran sedikinya Rp 2 miliar.

“Dana itu berasal dari internal BPR Kerta Raharja dan sudah disalurkan untuk membantu masyarakat korban bank emok,” kata Direktur Utama PT BPR Kerta Raharja H. Moch Soleh Pios, SE. Bantuan tersebut, kata Soleh Pios, berupa pemberian modal kepada masyarakat dengan bunga kecil.

(Dadan Sambas)

Scroll to Top