Bandung, Prabunews – Bencana non alami berupa pandemi Covid 19 sudah hampir 2 bulan melanda Indonesia.Berbagai upaya pencegahan penyebaran virus tersebut telah masif dilaksanakan di mulai skala nasional sampai ke tingkat kewilayahan terendah.Regulasi bantuan sosial kepada warga terdampak pun sudah digulirkan bahkan Bantuan Presiden sudah mulai gencar disalurkan kepada warga.Bantuan Sosial lainpun yang bersumber dari Provinsi dan Kota Bandung sudah ada yang disalurkan walaupun kenyataannya banyak kekisruhan dalam penyalurannya. Rabu (6/5/2020)
Sehubungan dengan itu Ketua LSM Prabu Kota Bandung Ebeck Berkomentar terkait (Bansos) Di jawa Barat, khususnya di kota Bandung, Ebeck menyatakan bahwa mekanisme penyaluran bantuan di kota Bandung sangat acak – acakan sehingga Penerima manfaat yang di data oleh RT, sampai saat ini belum menerima Bantuan dari Provinsi, maupun dari Pemkot.

Data yang terverifikasi oleh Dinsos merupakan data yang lama.Satu hal yang membuat lucu dari penyaluran bansos kota Bandung.Sebagai contoh dari data yang dikirimkan dari 1 Rw yang meliputi 3 RT jumlahnya puluhan orang, ternyata yang mendapat bantuan cuma 2 orang. Padahal kenyataannya warga yang lain juga membutuhkan. Kami sebagai perwakilan dari masyarakat serta sebagai sosial kontrol masyarakat menyampaikan kepada Pemangku kewenangan dan hak kuasa pengguna anggaran agar benar-benar dalam melakukan pelayanan terhadap warga, terlebih pada saat situasi seperti sekarang dimana banyak masyarakat yang menjerit membutuhkan bantuan karena ekonomi sudah masuk kedalam kondisi yang sangat sulit.
Kami mewakili masyarakat namun kami bukan Dewan, Kami merupakan perwakilan warga sebagai “Penerima Manfaat”.
Kami rasa semua warga Jawa Barat sudah pada tahu ketika Ridwan Kamil menyampaikan Statementnya di Media Sosial sampai Viral.
Penegasan ungkapan agar warga Jawa Barat Jangan Sampai ada yang Kelaparan senantiasa memberikan sebuah harapan, namun kenyataan itu bertolak belakang dengan kondisi dilapangan.
Dalam hal ini, Ketidaktepatan dan kesesuaian dengan para warga yang sejak lama menanti bantuan itu tergambar manakala beberapa minggu kemarin ada berita viral, ketika Ojeg Online koordinasi kepada RT setempat, mengirimkan Paket Sembako tersebut sesuai regulasi yang di tetapkan oleh Pemrov, sementara penerima manfaat tersebut harus sesuai KTP data yang ada di Dinsos.
Akhirnya RT dan warga pun menolak orang yang di maksud dan terverifikasi oleh dinsos sementara orang yang dimaksud sudah tidak berdomisili di wilayah tersebut, pada akhirnya paket sembako tersebut di tolak. (AA)