Bandung, Prabunews.com – Sebuah keberanian dalam menentukan pilihan memang harus hadir dari diri seorang entrepreneur.
Berbagai rintangan dan hambatan menuju sukses terkadang hadir dan melengkapi perjalanan panjang karier tersebut dan memang secara nyata tidak ada hasil tanpa proses yang dilalui.
https://www.instagram.com/p/CCqBCqvA5Ef/
Hal itulah yang nampak dari diri seorang Muhamad Ramdhani seorang entrepreneur muda yang justru secara sosial hadir di lingkungan yang penuh dengan dinamika gerak para pemuda seusianya.
Dengan mengusung nama brand Insulted.co yang dirilisnya sejak 2017 , berawal dari ruang gerak sosial bersama teman-teman yang memiliki clothing dengan brandnya sendiri, akhirnya mendorong saya untuk mulai menapaki pembuatan barang yang dimaksud.
Pada awal mula bikin beberapa t-shirt ,waktu pertama dilakukan secara door to door melalui penawaran langsung pada teman, belum kepikiran jualan secara online. Alhamdulilah t-shirt produksi pertama pun habis terjual lalu kita bikin beberapa artikel seperti sepatu, jacket, tas, kupluk dan lain lain, ujar Dani
Clothing yang didirikannya memang menyasar pangsa pasar anak muda dan dengan mengusung harga yang terjangkau atau boleh dikata cukup relatif terjangkau oleh kocek para anak muda, membuat brand kami cukup menjadi referensi belanja
Dani mengatakan ” omzet perbulan nya kita belum nyampe ratusan sih masih di puluhan ajah sih cuman kemarin ada masalah virus covid19 jadi kita menurun pesat! “.
Dalam rangka meningkatkan silaturahmi dan mengembangkan minat para generasi muda,Dani bersama beberapa temannya merencanakan even yang bertema gerakan Anti Korupsi, dengan judul besar “Uncorrupting”.
Rencananya event dengan beberapa acara itu baik games, skateboard dan talkshow akan digelar beberapa bulan ke depan, bahkan rencananya pihak dari KPK pun diusahakan hadir dalam event itu.
Satu harapan dari sosok enterpreneur muda ini, semoga pihak pemerintah sangat jeli untuk memperhatikan geliat pemberdayaan ekonomi berbasis kaum muda, tentunya dengan memberikan stimulus bantuan pengembangan usaha karena sampai saat ini toko atau outlet insulted yang berlamat di jalan Aki Padma Bacip belum pernah didata oleh pemerintahan setempatpun.
(Kang Amat)