Beredar Informasi Anak Usia Sekolah Yang Diduga Ikut Dalam Aksi Unras Penolakan UU Omnibus Law

Bandung, Prabunews.com – Demo penolakan UU Omnibuslaw ternyata bukan hanya meninggalkan segala kekecewaan para peserta aksi penolakan terhadap Undang-Undang tersebut tetapi selain itu menyisakan cerita lain.

Selain adanya fasilitas Kota Bandung yang rusak karena peserta Unras yang kurang bertanggung jawab, yang berujung tercorengnya ruh unras tersebut, ternyata unras tersebut menyisakan juga permasalahan lain yaitu adanya informasi melalui dokumentasi yang berseliweran di media sosial terutama di ruang pesan WA.Dalam pesan foto tersebut nampak beberapa anak usia sekolah menengah yang diindikasikan ikut unras tersebut.

Drs.Cucu Saputra M.M.Pd Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung saat di mintai keterangan mengatakan bahwa sampai saat ini untuk di wilayah Kota Bandung kita belum mendapatkan informasi anak usia sekolah menengah yang ikut terlibat kegiatan unjuk rasa (8/10).

Namun kita berupaya untuk mencegah segala bentuk kemungkinan yang tidak kita harapkan sehubungan dengan informasi adanya keterlibatan anak usia sekolah dalam unjuk rasa.

Dinas Pendidikan Kota Bandung telah mengeluarkan surat himbauan elektronik yang isinya memerintahkan kepada para wali kelas di semua sekolah untuk mengupayakan koordinasi dengan para orang tua siswa sehubungan adanya anak-anak usia sekolah yang ikut demo penolakan Undang-Undang Omnibus Law, dan kita menghimbau agar para wali kelas bekerja sama dengan orang tua memastikan anak-anak atau siswa berada di rumah melakukan pembelajaran dan dalam pengawasan orang tua, ungkap Cucu.

Selanjutnya Cucu menegaskan bajwa segala bentuk kemungkinan yang kita khawatirkan bersama seyogyanya menjadi PR yang harus diupayakan tindakan preventifnya dengan peningkatan komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua, terlebih lagi saat ini para siswa terkonsentrasi di rumahnya masing-masing.

Sampai berita ini disajikan pihak Polrestabes Kota Bandung belum dapat dimintai keterangan perihal adanya informasi keterlibatan anak usia sekolah dalam aksi unras penolakan UU yang kontroversial tersebut.

(Kang Amat)

Scroll to Top