Kang Emil pun turut merasakan nyamannya menggunakan bus tersebut dengan mengelilingi Kota Bandung bersama warga. Saat di dalam bus, dia juga menyerap aspirasi warga.

“Tadi saat kita tes ada masukan dari penyandang disabilitas ingin suara klaksonnya beda supaya mereka bisa membedakan antara bus yang standar dengan bus universal design ini. Kedua, di dalamnya harus ada pengeras suara supaya saat bus akan berhenti para tunanetra bisa tahu bus berhenti di halte mana. Untuk tunarungu juga berharap ada running teks supaya bisa tahu berhenti dimana dan mengetahui pengumuman penting,” ucapnya.
Baca juga : Antisipasi Virus Corona, AAF 2020 Fokus Gaet Wisatawan Domestik
Kepala Dinas Perhubungan Jabar Hery Antasari mengungkapkan, dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi, pihaknya terus berusaha melakukan inovasi, khususnya transportasi massal yang dapat dinikmati semua kalangan.