Prabunews.com – Praktek Simulasi dan evakuasi penyelamatan mandiri bagi penyandang disabilitas dalam situasi bencana di Provinsi Jawa Barat telah dilaksanakan di Villa Hazel, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu (27/7).
Selama 11 bulan, mereka telah dibekali dengan materi-materi terkait bencana alam. Materi tersebut antara lain jenis ancaman, pemetaan ancaman dan lainnya.
Hingga pada kegiatan kemarin menjadi pelatihan terakhir sekaligus praktek atau simulasi bencana.
Pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk meingkatkan kapasitas resiko perempuan, terutama bagi penyandang disabilitas dalam pengurangan resiko bencana di Jawa Barat.
Setidaknya 20 peserta penyandang disabilitas, meliputi disabilitas sensorik, disabilitas fisik hingga disabilitas intelektual hadir mengikuti pelatihan tersebut.
Adapun peserta yang hadir rata-rata berasal dari Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung. Turut hadir pula perangkat desa, yakni perwakilan Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua serta Desa Majalaya.
Dalam pelatihan ini, mereka dibekali ilmu mengenai bencana hingga ilmu evakuasi keselematan diri. Tujuannya agar para perempuan penyandang disabiitas dapat menyelamatkan, setidaknya diri sendiri. Baru setelahnya keluarga, kemudian masyarakat disekitarnya.
Kegiatan pelatihan bagi perempuan penyandang disabilitas ini merupakan yang pertama di Jawa Barat atas inisiasi Cahaya Inklusi Indonesia (CAI) bekerja sama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Menurut Haryawan, selaku panitia, pelatihan ini nantinya akan dilaksanakan kembali.
“Agar masyarakat rentan terutama penyandang disabilitas bisa mendapatkan kesempatan untuk dapat mengkomunikasikan dan berani berbagi informasi, harapan, kebutuhan dan keinginan mereka,” terang Haryawan
Ia pun berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi mereka.