Bali, Prabunews.com – Camilan krupuk milik Putu Hanna boleh dibilang baru dalam sektor usaha mikro,kecil dan menengah,bisnis krupuk yang dirintis hampir satu tahun ini sejak 2021 lalu awalnnya dimulai dari permintaan seorang teman yang pesan krupuk,Karena rasa krupuk nya enak dan gurih lalu teman nya tersebut request lagi.Lantas Putu Hanna berpikir untuk mulai mengubah kemasan nya agar bisa dijual secara umum.
Memang pandemi covid-19 sangat berdampak pada sektor bisnis khusus nya pelaku sektor UMKM yang merasakan turunnya daya beli masyarakat dan akibat pandemi covid 19 juga berpengaruh terhadap kelangsungan usaha UMKM.Tidak terkecuali bisnis Putu Hanna yang ada di Desa Sading Kabupaten Badung.

Putu Hanna menuturkan modal awal usaha nya saat itu hanya Rp100 ribu dan digunakan untuk membeli bahan-bahan seperti plastik,minyak goreng dan beberapa bahan krupuk,dan itupun hanya satu varian saja.
Pemasaran produk nya dimulai dari teman ke teman lalu dengan kegigihan dan semangat nya putu Hanna mencoba memasarkan ke warung-warung.Dan benar saja berkat kerja keras nya makin meningkatlah produksi nya sehingga sekarang ada beberapa variant rasa serta ada produk kripik pare atau paye.
Secara perlahan produksi Hanna meningkat dan berkembang yang awal nya hanya 50 ball per hari menjadi 200 ball per hari.Dalam proses pelaksanaan nya Hanna dibantu oleh tiga orang anak nya.

Putu Hanna mengatakan bahwa semua ini adalah kemurahan dan anugerah Tuhan sehingga kehidupan ekonomi kami bisa terbantu dengan adanya bisnis ini.
Meskipun bisnis krupuk ini namun sangat membantu perekonomian keluarga,”Dari perkara kecil ini Tuhan akan percayakan hal yang besar”,tutup Putu Hanna.
(AR)