Cucu Saputra, “Merawat nilai-nilai Kearifan lokal Masyarakat Golempang”

Bandung | Prabunews.com Usia bukanlah menjadi halangan dan akan hanya menjadi bilangan bagi orang-orang yang senantiasa memiliki dan merawat jiwanya untuk terus berbakti dan mengabdi pada semesta.

Hal itulah yang nampak terlihat dari Cucu Saputra, sosok seorang guru yang paripurna dengan terus menapaki jenjang karir di ruang-ruang pendidikan.

Setelah lepas purna Bakti dari kedinasan yang hampir 30 tahun membersamainya, Cucu Saputra terus memposisikan dirinya untuk menjadi sosok pribadi yang memiliki kebermanfaatan dan kebermaknaan bagi lingkungan di mana beliau tinggal.

Setelah cukup lama mendiami Kota Kembang, pada akhirnya waktu mengantarkan kembali dirinya ke kampung halamannya tepatnya di Kampung Golempang Dusun Srijaya Desa Wangunjaya Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis.

Di kampung halaman inilah dirinya memberdayakan potensi-potensi yang dimiliki baik berupa sumber daya alam termasuk sumber daya manusia.
Lepas dari berbagai macam potensi diatas, dirinya mulai melirik untuk terus membumikan kembali nilai-nilai Luhur dari tradisi dan adat budaya serta produk seni yang ada di kampung halamannya tersebut.

Kemampuan untuk mengorganisir berbagai macam potensi menjadi modal utama yang dimiliki oleh seorang Cucu Saputra dibantu dengan beberapa warga wilayah tersebut dirinya semakin semangat untuk menghadirkan potret tentang sebuah kampung yang pantas untuk dikunjungi oleh siapapun karena memiliki nilai tambah dan nilai wawasan yang akan memperkaya khasanah informasi tentang betapa uniknya Jawa Barat dengan segenap potensi yang dimilikinya.

Ada beberapa gelaran adat, seni dan budaya yang kembali muncul dan tereksplorasi dari nilai-nilai luhur kearifan lokal.
Selain itu tradisi-tradisi lokal yang berhubungan dengan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat desa atau kampung menjadi sesuatu memiliki value dan tidak terlepas dari makna-makna yang luhur yang terdapat di dalamnya.

Sebagai Pengaping Masyarakat Adat Golempang, Cucu Saputra mengatakan Golempang sebagai masyarakat adat lebih menguatkan pada nilai nilai implementasi dari gotong royong dan menjaga harmonisasi lingkungan alam.
Selain itu keberadaan Situ Golempang menjadi icon Golempang sebagai ekosistem yang dirawat dan dijaga sebagai manifestasi adanya keseimbangan alam sehingga tumbuh dan berkembang berbagai ikan endemi seperti: beunteur, beureum panon dll.
Untuk keberadaan dan eksistensi seni Golempang sampai saat ini dalam masa pengembangan.

Selain itu tradisi spiritual dihidupkan kembali termasuk menjaga dan memelihara keramat disekitar areal masarakat adat juga secara reguler setiap malam jumat melakukan acara tawasulan dan membacakan yasin untuk mendoakan para karuhun dan leluhur kampung adat

Cucu Saputra berharap kampung halamannya yang setiap waktu dipoles agar memiliki nilai tambah dalam rangka peningkatan kapasitas pemberdayaan masyarakat yang berimplikasi dan terkait erat dengan peningkatan nilai-nilai ekonomi di dalamnya.
Kerjasama semua pihak termasuk dari masyarakat, praktisi adat dan budaya serta seni, pengusaha, media serta melalui kerjasama dengan Perum Perhutani saat ini hutan di sekitar Masarakat Adat sdh diproteksi melalui Kebijakan Kawasan Perlindungan Setempat dan tentunya semua ini diharapkan akan menjadi energi positif dalam membangun peradaban masyarakat desa kampung yang semakin Mandiri.

Penulis : Rahmat Suprihat, S.Pd – Guru SMPN 55 Kota Bandung

Scroll to Top