Prabunews.com – Developer Lintas Asosiasi menyalurkan bantuan sebesar Rp 15,2 juta untuk korban erupsi Semeru pada Minggu (12/12) dan bantuan langsung diterima secara simbolis oleh Indah Amperawati, Wakil Bupati Kabupaten Lumajang.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Risma Gandhi, Ketua Umum Srikandi Pengusaha Properti Indonesia (Srideppi) didampingi oleh Sanjaya & Ruth (Apersi Lumajang) di Pendopo Kantor Bupati Lumajang, Sabtu (11/12)
Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Ketua BazNas Lumajang H. Atok Hasan Sanusi, Yoyok Himawan & istri (PT. Rizkia Anugrah Pratama), Hj. Lintin (Srideppi wilayah Papua), Henny Suharyati (Srideppi wilayah Surabaya), Dewi Sri Mulyati (Srideppi Jabar.)
Pada kesempatan tersebut, Indah Amperawati Wakil Bupati Kabupaten Lumajang mengucapkan terimakasih atas bantuan materil dan moril dari para pengembang. Ia berharap mengingat luasnya wilayah terdampak dan banyaknya jumlah korban, maka para pengusaha properti juga bisa ikut andil membantu masyarakat.
“Kedepan kami akan fokus pada program-program pemulihan. Khususnya pemulihan ekonomi, pendidikan bagi anak-anak korban bencana, hingga program bantuan rumah layak huni. Mudah-mudahan teman-teman pengembang bisa ikut andil di dalamnya,” pinta Indah.
Risma Gandhi mewakilli para donator menyampaikan duka yang mendalam dan bela sungkawa kepada para korban yang terdampak erupsi Gunung Semeru.
“Dan hari ini mewakili teman-teman developer lintas asosiasi menyalurkan seluruh donasi yang kami kumpulkan sejak minggu lalu. Update sementara hingga kemaren Sabtu (11/12) terkumpul dana lebih dari 16,8 juta. Sesuai arahan pemerintah Lumajang, sebanyak Rp 15,25 juta sudah kami salurkan ke rekening Baznas. Sisanya kami berikan dalam bentuk bingkisan kepada anak-anak yang mengikuti program healing,” tambah Direktur Utama Jurnal Properti Indonesia tersebut.
Risma menyebut, donasi yang dikumpulkan baru bersifat pribadi dari teman-teman pengembang dan bersifat dadakan. Pasca bencana sebagai pengembang tentunya juga menaruh perhatian pada rumah-rumah yang rusak, baik rusak berat, sedang dan ringan.
“Kita akan coba menghimpun pengembang lain, membantu pemerintah dalam program recovery. Karena kalau bersama-sama tentu akan sangat meringankan. Itu juga masukan dari wakil bupati soal peran serta developer dalam pembangunan relokasi korban bencana semeru pasca bencana ke depan,” ujarnya.
Atok Hasan Sanusi selaku Ketua BazNas Kabupaten Lumajang yang menerima dana turut berterimakasih dan mengapresiasi kepedulian para pengembang. BazNas masih terus siap siaga untuk melayani masyarakat terdampak.
Asesmen juga dilakukan dalam mempersiapkan penyaluran bantuan lanjutan kepada para penyintas agar lebih luas menyentuh titik-titik lain yang sulit ditempuh dan belum tersentuh bantuan.
“Kami bangun posko-posko bagi pengungsi di sekolah-sekolah dan fasilitas umum yang lokasinya aman, sesuai arahan pihak terkait. Di sana ada pos layanan kesehatan, dan ada konselingnya juga,” ujarnya.
Berdasarkan Informasi yang diterima Atok, hingga Sabtu (11/12) sebanyak 6.200 orang mengungsi tersebar di berbagai titik pengungsian di Kabupaten Lumajang dan Malang, 43 korban meninggal, 12 dilaporkan hilang serta 2.970 rumah rusak berat, sedang dan ringan, 33 fasilitas umum rusak di beberapa kecamatan.