Di Hari HUT Republik Indonesia, Wartawan Juga Pahlawan Tanpa Jasa yang Sering Diabaikan oleh Masa Penjajahan Hindia Belanda

Nama – nama mereka mungkin semakin tenggelam dimakan jaman. Namun buku – buku sejarah Indonesia tidak boleh melupakan nama dua bersaudara Alex dan Frans Mendur, dua wartawan fotografer yang mengabadikan Soekarno Hatta memproklamasikan kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Kemudian ada Burhanuddin Mohamad Diah, wartawan harian Asia Raja yang memungut teks asli proklamasi tulisan tangan Soekarno yang dibuang oleh Soekarno ke tong sampah di rumah Laksamana Meida.

Selain itu ada Jusuf Ronodipuro, wartawan Radio Jepang Hoso Kyoku yang pertama kali menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan, yang kemudian disiarkan ulang oleh BBC dan radio internasional lainnya.

Jusuf menerima berita tersebut dari Adam Malik, wartawan kantor berita Domei, yang meminta Jusuf untuk menyiarkan proklamasi tersebut. Dan terakhir yang tidak kalah penting adalah Sayuti Melik, wartawan koran Rapid yang mengetik naskah teks proklamasi tulisan tangan Soekarno.

Alex dan Frans Mendur berasal dari Minahasa, BM Diah dari Aceh, Jusuf Ronidipuro dari Salatiga, Adam Malik dari Sumatera Utara dan Sayuti Melik dari Yogyakarta, berbagai daerah yang berbeda. Namun semuanya adalah wartawan, dan wartawan juga bisa menjadi pahlawan yang pantas dicatat dalam buku sejarah. Happy Independence Day.

Penulis : Wahab

Scroll to Top