Prabunews.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat sukses mencetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas rekor sajian makanan terbanyak dari buku resep Mustikarasa.
Menurut Kadisdik Jabar, Dedi Supandi, jumlah peserta tersebut melebihi target yang diperkirakan
“Dari target 20 ribu peserta jadi 62.097 peserta. Dari target 1.221 menu, sekarang telah mencapai 1.284 makanan. Ini sangat luar biasa,” ujar Kadisdik
Dengan jumlah yang melebihi target tersebut, Disdik Jabar berhasil mencetak rekor MURI atas rekor sajian makanan terbanyak dari buku resep Mustikarasa
Selain itu, Disdik Jabar dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKSD) SMA Jabar selaku penyelenggara acara mendapatkan Piagam Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia-Dunia Indonesia (MURI) atas rekor sajian menu makanan terbanyak dari buku resep Ir. Soekarno.
Dedi Supandi mengungkapkan, jumlah tersebut melebihi target yang diperkirakan.
“Dari target 20 ribu peserta jadi 62.097 peserta. Dari target 1.221 menu, sekarang telah mencapai 1.284 makanan. Ini sangat luar biasa,” tutur Kadisdik dalam Peringatan Hari Ibu ke-93 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Rabu (22/12/2021).
Kadisdik menjelaskan, kegiatan Mustikarasa ini terinsprasi dari kegiatan Rantang Siswa yang digelar pada bulan Ramadan lalu. “Perbedaannya, jika pada Rantang Siswa, siswa hanya membagikan makanan kepada masyarakat sekitar, sedangkan di Festival Mustikarasa, mereka memasak dari resep makanan di buku Mustikarasa yang digagas Ir. Soekarno,” terangnya.
Untuk informasi, Mustikarasa merupakan buku kumpulan resep masakan dari Sabang sampai Merauke yang lahir atas gagasan Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Terbitan pertama buku tersebut adalah tahun 1967 yang diterbitkan oleh Departemen Pertanian.
Selain Disdik Jabar, kegiatan tersebut didukung oleh Jabar Bergerak.
Dari 10 finalis hidangan terbaik di Festival Mustikarasa, juara I diraih SMAN 1 Bogor Kota Bogor dengan hidangan nasi uduk dan roti buaya khas Betawi.
Juara dua dimenangkan SMAN 1 Pangandaran dengan olahan semur jengkol, sup pindang gunung, sambal cumi, udang goreng tepung, dan es kelapa muda yang di-mix dengan honje dan melon. Juara ketiga disabet SMAN 1 Rancah Kabupaten Pangandaran dengan sajian kentang puri sambal petai khas Kediri.
Sedangkan SMAN 1 Cianjur meraih penghargaan khusus sebagai pengirim video terbanyak dengan jumlah 500 video dan penyaji menu terbanyak dan SMAN 1 Cianjur meraih piala khusus dari Gubernur Jabar dan Disdik Jabar.
Kadisdik berharap, melalui Festival Mustikarasa, para siswa bisa mengenal dan melestarikan warisan budaya masakan Nusantara dan menjadi pelajar Pancasila.
“Warisan budaya ini harus diketahui oleh anak-anak saat ini. Suatu hari nanti, saat mereka dewasa mudah-mudahan mampu dilestarikan kepada generasi selanjutnya,” harapnya.
Kadisdik juga berpesan kepada seluruh ibu di Jabar untuk tidak lelah menjaga dan membesarkan anak didik.
“Kepada anak didik, di Hari Ibu ini, mintalah saran dan nasihat apa yang sebaiknya dilakukan oleh kita untuk mendapatkan restu dan doa seorang ibu,” pesannya.
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil pun menyampaikan hal serupa.
“Mudah-mudahan, dengan festival ini kita selalu menjadi masyarakat yang mencintai kekayaan kuliner Nusantara yang luar biasa,” ucapnya.
Ia pun berharap, program ini menjadi kegiatan tahunan sebagai bukti kecintaan pada budaya kuliner dan warisan Bung Karno.
Siswa SMAN 1 Bogor, Raden Achmad Danu K, mengaku antusias terlibat pada Festival Mustikarasa ini.
“Saat dikasih tahu, kami langsung research. Dalam waktu yang cukup mendadak, kita cari makanan simpel dan punya arti, jadilah kita ambil nasi uduk,” ungkapnya.
Melalui program ini, Danu mengajak seluruh siswa Jabar untuk bersama-sama melestarikan kuliner Nusantara.
“Ayo, sama-sama lestarikan masakan nasional kita. Karena, masakan kita enggak kalah keren, enggak kalah hebat, enggak kalah enak dengan makanan di luar sana,” ajak siswa penyuka rendang ini.
Berdasarkan data terbaru dari web mustikarasaindonesia.com, jumlah peserta bertambah menjadi 63.429 peserta dengan 1.284 makanan dan 9.228 video masakan dari 893 sekolah di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Source: Disdik Jabar