Garut, Prabunews.com – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabutpaten Garut beserta Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Kabupaten Garut menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) KIM Berbasis Pesantren untuk Kompilasi Album Marawis di Gedung Cikuray (Bekas Bioskop) Jl. Ahmad Yani, Rabu 10 Maret 2021.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Muksin mengatakan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) merupakan mitra strategis sebagai wujud dari partisipasi masyarakat agar informasi dapat diambil, manfaatkan dan dibuang sisi negatifnya.
“Mitra strategis KIM ini adalah sebagai wujud dari partispasi masyarakat bagaimana agar informasi ini dapat dimanfaatkan sebagai suatu peluang kemudian dieliminir dari sisi negatifnya,” ujar Muksin.
Muksin menambahkan, peserta yang dilatih melalui Bimtek dapat menjadi media penyampaian informasi dari pemerintah, informasi yang bersifat kerohanian, dan menangkal informasi yang tidak benar (hoaks).
“Saya kira komunitas marawis ini apalagi berbasis pesantren kemudian di sana juga dapat dijadikan sebagai media untuk menyampaikan informasi, informasi dari pemerintah, informasi tentang Akhlaqul-karimmah, kemudian informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat yang notabane-nya sudah jenuh oleh informasi hoaks”, jelasnya.
Pada kesempatan itu Ketua DPRD Kabupaten Garut, Euis Ida Wartian yang hadir secara Virtual menyambut sekaligus membuka acara tersebut, menuturkan, seni marawis adalah bagian penting dari Indonesia khususnya Kabupaten Garut dalam penyebaran Informasi.
“Seni marawis dalam perjalanannya di Indonesia khususnya di Kabupaten Garut telah menjadi bagian penting dalam persepsi masyarakat luas, sehingga cukup efektif dan efisien jika digunakan untuk berbagai kebutuhan kemaslahatan termasuk kampanye penyebaran informasi sehat yang bebas hoaks dan senantiasa memberi edukasi terhadap akses informasi yang positif dan membangun optimisme berbangsa dan bernegara,” jelas Euis.
Sementara itu, Janur M. Bagus selaku Ketua FK-KIM Kabupaten Garut sekaligus Ketua Penyelenggara acara Bimtek menyebutkan, acara ini merupakan bimbingan teknis berbasis pesantren karena Garut merupakan “Kota Santri” sehingga merupakan peluang untuk menjadi duta informasi.
“Jadi kegiatan ini adalah bimbingan teknis terkait dengan Kelompok Informasi Masyarakat berbasis pesantren, kenapa pesantren? karena kami melihat komunitas pesantren atau Garut ini kan terkenal dengan Kota Santri artinya punya banyak ribuan potensi menjadi duta informasi,” jelas Janur.
Bimtek sehari ini diikuti 120 peserta dari kelompok penggiat seni marawis. Teknisnya dilakukan secara tatap muka dan live virtual melalui aplikasi zoom meeting. Sesuai arahan Gugus Tugas Covid-19, muara dari akhir kegiatan ini akan dibuat kompilasi album marawis sebagai bentuk media penyebaran informasi.
(Mz)