Bandung | Prabunews.com — Peristiwa meninggalnya seorang siswa dari SMAN 5 Bandung di kawasan Jalan Cihampelas menjadi duka mendalam sekaligus pengingat bagi seluruh pihak akan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas remaja di luar rumah.
Korban diketahui bernama Muhammad Fahdly Arjasubrata, siswa kelas XI yang diduga menjadi korban kekerasan dalam bentrokan antar kelompok pelajar pada Jumat malam (13/3/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula setelah sekelompok siswa menghadiri kegiatan buka puasa bersama di wilayah Kota Bandung. Usai kegiatan tersebut, rombongan pelajar diketahui melintas di kawasan Jalan Cihampelas sekitar pukul 23.00 WIB.
Di lokasi tersebut diduga terjadi ketegangan dengan kelompok pelajar lain yang kemudian berkembang menjadi keributan. Situasi yang semula hanya berupa saling ejek berubah menjadi bentrokan fisik.
Dalam peristiwa tersebut, korban diduga terjatuh dan mengalami luka serius. Setelah keributan mereda, korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan oleh warga dan pengguna jalan yang melintas.
Petugas dari Polrestabes Bandung yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Korban kemudian dievakuasi, namun dinyatakan meninggal dunia.
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut.
Pihak sekolah dari SMAN 5 Bandung menyampaikan duka mendalam atas kepergian salah satu siswanya serta mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan video kejadian yang beredar di media sosial demi menjaga perasaan keluarga korban.
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian bersama bagi orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk lebih memperhatikan aktivitas remaja, terutama pada malam hari. Pengawasan, komunikasi, serta pembinaan yang baik dinilai penting untuk mencegah terjadinya konflik maupun tindakan kekerasan di kalangan pelajar.
Tragedi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama, sehingga lingkungan yang aman dan kondusif bagi para pelajar dapat terus terjaga.