Evakuasi Korban Kecelakaan Helikopter Kapolda Jambi Terhenti, Akibat Kabut Tebal

Prabunews.com – Helikopter yang dikirim untuk mengevakuasi delapan orang rombongan Polda Jambi mengalami kendala akibat kabut tebal. Sehingga, helipkopter pun tidak bisa berhenti di udara untuk menurunkan tim SAR gabungan.

“Sekitar jam 09.00 WIB, tim sudah sampai di lokasi sekitar melalui jalur udara. Tim yang berada di lokasi kejadian itu mengalami kendala kabut yang cukup besar dan tebal, sehingga tidak bisa melakukan hovering untuk penurunan personel,” ujar Humas Basarnas Jambi, Lutfi, Senin (20/2).

Akhirnya, tim SAR yang berada di helikopter itu kembali ke Bangko, Merangin sambil mengisi bahan bakar. Sementara tim SAR lewat jalur darat sudah mendekat.

“Tim dari darat itu terdengar suara. Kemungkinan jarak sudah dekat sampai 300 meter. Kita masih menunggu informasi selanjutnya,” ujarnya.

Kendati demikian, bantuan logistik menggunakan helikopter dari Polda Sumatera Selatan sudah sampai ke para korban kecelakaan.

“Ada makanan, obat-obatan, selimut dan power bank,” ujar Kabid Humas Polda Jambi Kombes Mulia Prianto, Senin (20/2) pagi.

Adapun seluruh korban yang selamat itu dalam kondisi sadar. Mereka saat ini masih menunggu evakuasi dari tim SAR gabungan.

“Tadi sudah berkomunikasi lewat handphone, kondisi mereka masih sadar,” kata Mulia.

Setelah logistik disalurkan, Helikopter Polda Sumsel akan kembali ke Jambi untuk bergabung dengan helikopter Polairud Bharkam Polri.

“Helikopter tersebut kembali ke sana untuk mengevakuasi Kapolda Jambi dan rombongan,” katanya.

Sebelumnya, satu unit Helikopter Polri jenis Super Bell 3001 mendarat darurat di area Bukit Tamia, Muara Emat, Kerinci, Jambi pada Minggu (19/2) kemarin. Pendaratan darurat diduga akibat cuaca buruk.

Helikopter tersebut membawa Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono, Direktur Reskrimum Polda JambiKombes Pol Andri Ananta Yudistira, Direktur Polairud Polda Jambi Kombes Michael Mumbunan, Koorspri Polda Jambi Kompol Ayani, dan ADC Kapolda Jambi, serta 3 orang kru.

Heli diketahui berangkat sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka berencana mendatangi peresmian gedung SPKT di Kerinci.

Di tengah perjalanan, sekitar pukul 10.30 WIB, helikopter lalu mendarat darurat di area perbukitan.

Untungnya tak ada korban jiwa pasca pendaratan darurat. Semua penumpang selamat, namun mereka tetap mengalami luka-luka.

Scroll to Top