FAGI Jabar Menghimbau Orangtua dan Guru Untuk Lebih Mengawasi Anak-Anak Agar Tidak Terlibat Aksi Unras

Cimahi, Prabunews.com – Ketua Forum Aksi Guru Indonesia ( FAGI) Jawa Barat, Iwan Hermawan menyayangkan terlibatnya anak-anak sebagai bagian dari peserta aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang terjadi selama beberapa hari terakhir di Kota Bandung.

Menurutnya, berdasarkan situasi di lapangan yang dilihatnya secara langsung maupun visual dan foto di berbagai media massa bahwa, di antara kerumunan massa aksi, bukan hanya terdapat sekelompok mahasiswa yang ikut dalam aksi tersebut, melainkan juga anak-anak usia SMA, SMP, bahkan murid sekolah dasar.

Seperti yang dikutip Prabunews.com dari Tribun Jabar “Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, dimana anak-anak yang seharusnya berada di rumah guna melaksanakan pembelajaran sekolah secara daring, terlibat satu kegiatan yang membahayakan dirinya dengan ikut turun ke jalan.

Apalagi dengan situasi dan kondisi pandemi yang terus meningkat seperti sekarang ini, potensi tertular menjadi jauh lebih besar dari massa yang kita tidak tahu siapa yang sudah terpapar,” ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (10/10/2020).

Oleh karenan itu, FAGI meminta agar seluruh sekolah dapat memberikan instruksi kepada para guru dan tenaga pendidik, termasuk orang tua siswa untuk selalu mengawasi setiap kegiatan anak-anak atau siswanya saat melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah.

“Jangan sampai karena kurangnya pengawasan kita, mereka justru ikut terlibat dalam aksi bahkan hingga berbuat anarkis yang terjadi kemarin, padahal mereka belum tentu mengerti duduk permasalahan dari apa yang dilakukan. Maka, menjadi tugas kita (guru dan orangtua) bersama untuk menjelaskan isu-isu terkini, termasuk penyebab dari aksi penolakan Omnibus Law,” ucapnya.

Selain itu, FAGI pun menghimbau kepada semua pihak yang terlibat dalam aksi untuk tidak melibatkan anak di bawah umur. Terlebih, pihaknya kini tengah melakukan investigasi siapa pihak-pihak yang sudah melibatkan anak-anak tersebut untuk mengikuti aksi unjuk rasa.

“Kami berharap jika di lapangan pihak kepolisian atau mahasiswa menemukan mereka mengikuti aksi, agar diminta pulang ke rumahnya dan diberitahunan kepada orang tuanya agar diawasi. Kita pun saat ini masih dan akan terus mencari tahu apa ada potensi pihak-pihak lain yang menyuruh atau mereka hanya ikut-ikutan saja,” katanya.

(Dadan Sambas)

Scroll to Top