FAGI Jawa Barat Menolak Pelaksanaan PTM-Terbatas

Bandung, Prabunews.com – Perkembangan pandemi COVID-19 terus mendapatkan perhatian maksimal dari berbagai kalangan.Keberadaan pandemi ini, secara jelas berimbas pada berbagai sektor tidak terkecuali pada sektor pendidikan.

Selain itu pilihan Belajar Jarak Jauh (daring) pun tidak terlepas dari berbagai permasalahan. Pilihan untuk dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pun menyeruak kembali.

Hal ini tentunya mendapatkan tanggapan dari berbagai institusi yang selama ini konsen terhadap permasalahan pendidikan, salah satunya tanggapan dari Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI).

Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat berkeberatan atas rencana pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM-T) di Jawa Barat khususnya di Kota Bandung.

Hal ini berdasarkan data kajian FAGI bahwa program vaksinasi dikalangan pelajaran belum merata, ada yang 90℅ bahkan ada yang baru 10%.

Iwan Hermawan Ketua FAGI Jabar

Iwan Hermawan, Ketua FAGI Jawa Barat mengatakan pandangannya ini berdasarkan salah satu informasi dari Camat Rancasari bahwa sekolah-sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Rancasari masih sedikit yang sudah melaksanakan vaksin.

Padahal berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa PTMT dapat dilaksanakan apabila seluruh siswa di sekolah-sekolah yang ada di kota/kabupaten sudah mencapai 70% yang divaksin.

Positive Rate menurut WHO dan IDAI harus dibawah rentang 5%.

Walaupun berdasarkan penilaian pemerintah bahwa Kota Bandung mengalami kemajuan dalam upaya menurunkan tingkat penyebaran COVID-19 sehingga ditetapkan menjadi level 3 kami masih keberatan apabila PTMT dilaksanakan.

Hal ini merupakan sebagai sebuah bentuk tanggung jawab moral agar pelaksanaan PTMT itu dapat dilaksanakan dengan meminimalisir kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

(Kang Amat)

Scroll to Top