FMPP Jabar Akan Laporkan Sekolah – Sekolah Khususnya Di Kota Bandung Yang Memaksakan Siswa Dari Keluarga Ekonomi Tidak Mampu Ikut PJJ Secara Virtual

Bandung, Prabunews.com – Banyaknya laporan orang tua siswa dari keluarga tidak mampu (KETM) bermasalah dalam pembelajaran daring di masa pandemi karena sekolah di kota Bandung ada beberapa oknum gurunya yang memaksakan siswa harus belajar daring virtual dengan zoom, hal ini sangat memberatkan orang tua siswa dari kalangan keluarga tidak mampu, karena per hari harus 4 jam gunakan kuota internet.

Sementara bantuan kuota dari Kemendikbud belum turun kalaupun turun tidak cukup untuk dipergunakan sebanyak itu.

Seperti yang disampaikan ketua FMPP Jabar Illa Setiawati pada Prabunews.com Senin (9/8/2021), laporan dari orang tua siswa KETM bisa habiskan 50 ribu rupiah perminggu untuk beli kuota belajar anaknya atau ikut wifi ke tetangga dengan bayar 5 ribu setiap hari.

Padahal dalam Surat Edaran Sesjen Kemendikbud No 15 thn 2020 tentang KBM di masa pendemi di jelaskan bahwa PJJ tidak harus selalu daring, daring pun tidak selalu virtual bisa non virtual, bagi siswa KETM lakukan saja oleh sekolah secara luring dengan perbanyak Modul SMA/SMK terbuka yang sudah ada disediakan kemendikbud.

Seharusnya guru melayani siswa baik yang daring maupun yang luring, tegas Illa.

Kami mengharapkan baik Ombusdsman maupun KPAI berpihak kepada siswa dari KETM sehingga belajar mereka tidak terganggu gara-gara kuota internet , apalagi sampai ada siswa tidak naik kelas gara-gara tidak punya kuota internet .

Solusinya untuk siswa KETM sekolah cetak modul pembelajaran untuk tiap mata pelajaran , atau bantu mereka dengan memberikan kuota internet yabg sudah di anggarkan dari BOS, BOPD atau BPMU , pungkas Illa.

(Dadan Sambas)

Scroll to Top