Cimahi, Prabunews.com – Menjelang Idul Fitri 1442 H di Kota Cimahi banyak ditemui gelandangan dan pengemis (gepeng), serta manusia karung atau pemulung yang merangkap pengemis dengan membawa karung.
Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ini biasanya terus bertambah jelang Lebaran. Padahal saat ini masih diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro.
Gepeng dan manusia karung banyak ditemui di Jalan Gatot Subroto, Minggu (25/04/2021). Mayoritas merupakan wanita yang menggendong anak-anaknya sambil membawa karung putih dan duduk di trotoar, hal ini disinyalir dilakukan agar muncul rasa iba dari para pejalan kaki atau para pengguna kendaraan yang lewat.
Selain di Jalan Gatot Subroto, mereka juga bisa ditemui di Jalan Gandawijaya, Jalan Amir Machmud, atau di pusat keramaian lainnya di Kota Cimahi. Termasuk di alun-alun Cimahi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Saya koordinasi dengan dinsos dengan satpol, termasuk unsur terkait lainnya supaya melaksanakan penertiban terhadap mereka. Sehingga kalau ada lagi ada lagi, kita tidak bosan-bosannya untuk menertibkan, dan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing, karena kebanyakan berasal dari luar Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana.
Ngatiyana mengaku jika pihaknya melalui DinsosP2KBP3A, dan Satpol PP sudah beberapa kali melakukan penertiban terhadap gepeng yang ada di wilayahnya.
“Kemarin (penertiban) sudah di Cimindi, ditangani Dinsos dan Satpol PP. Sudah diambil dan diantarkan, ternyata 4 hari kemudian datang lagi, dan ini selalu seperti itu. Sudah diantarkan ke rumah, tapi 4 – 5 hari kemudian datang lagi. Ini sudah upaya Dinsos dan Satpol PP,” tuturnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan bantuan kepada PMKS kategori gepeng ini.
“Diharapkan seperti itu (tidak memberi bantuan), karena sifatnya tidak mendidik. Kasihan memang kasihan, tapi tidak mendidik bagi mereka. Tapi mudah-mudahan nanti bisa kita atasi. Bagaimana kita tidak akan bosan-bosan mengantarkan mereka ke daerah asalnya,” ujar Ngatiyana.
Secara terpisah KadinsosP2KBP3A Kota Cimahi Guntur Priyambada menyatakan bahwa gelandangan dan pengemis (gepeng) sifatnya tetap atau identik dengan profesi, sedangkan manusia karung bersifat musiman terutama banyak muncul menjelang lebaran seperti sekarang ini. Guntur menyatakan solusi untuk gepeng ditangani oleh dinsos, dengan cara dikembalikan ke tempat asalnya, atau kalau orang Cimahi terlebih dahulu akan dimediasi dan dipulangkan ke keluarganya atau disalurkan ke lembaga-lembaga yang bersedia menampung atau panti yang menangani. Sedangkan untuk manusia karung terkait ketertiban umum, pungkas Guntur.
(Dadan Sambas)