Gowes Disdik Kota Bandung Dalam Rangka HUT ke 75 PGRI

Bandung, Prabunews.com – Ada pemandangan yang sangat berbeda dari kegiatan bersepeda yang biasa dilakukan oleh Komunitas Gowes Bandung Masagi (KGBM) Disdik Kota Bandung (27/11).

Kegiatan pagi ini bertepatan dengan Peringatan HUT ke-75 PGRI yang jatuh pada tanggal 25 November setiap tahunnya.

Drs.Cucu Saputra, M.M.Pd Ketua PGRI Kota Bandung

Drs.Cucu Saputra, M.M.Pd Ketua PGRI Kota Bandung memgatakan kegiatan dimanapun kalau itu guru artinya tidak bisa dipisahkan antara disdik dan PGRI karena semangatnya adalah kolaborasi dan sinergitas.

Beberapa upaya/gairah dalam salah program PGRI Kota Bandung adalah Masagikeun Guru.

Guru tidak boleh dipandang parsial dari satu sisi profesionalismenya, kompetensinya tapi harus dipandang secara holistik sebagai manusia yang harus ditingkatkan baik itu dibidang agama, lingkungan, seni, budaya termasuk olah raga.

Dan pada hari ini merupakan upaya masagikeun guru dengan kegiatan olah raga bersepeda.

Ada banyak hal yang dapat dimaknai dengan kegiatan gowes dalam rangka HUT ke 75 PGRI, selain bersilaturahmi berbagai jenjang antara guru di berbagai tingkatan dan tugas serta kapasitasnya selain itu terbangunnya suasana non formal dalam berbagai hal baik tentang pengalaman-pengalaman yang sudah dilakukannya.

Saat ditanya tentang salah satu program PGRI yang bertajuk Bandung Nyaah Ka Guru, Cucu Saputra mengatakan bahwa Bandung harus menjadi model bagi daerah lain di tanah air tentang upaya yang dilakukannya dalam rangka menghormati dan menghargai guru melalui kemasan yang sesuai harapan bersama dengan dilakukannya perjalanan gowes Bandung-Lombok-Bandung pada tanggal 7 Desember 2020.

Bersepeda pun merupakan bagian dari membangun kesejahteraan karena dengan bersepeda orang menjadi bahagia baik lahir maupun bathin sesuai tag line PGRI Kota Bandung ” Terhormat, Profesional dan Sejahtera “, tegas Cucu.

Kegiatan bersepeda pada pagi ini diikuti oleh 65 peserta Komunitas Gowes Bandung Masagi (KGBM) dengan rute dari kantor Disdik Kota Bandung dan berakhir di SD Negeri Asmi Kota Bandung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

(Kang Amat)

Scroll to Top