Bandung, Prabunews.com – Masyarakat Seni Rakyat Indonesia ( MASRI ), pada hari ini (16/8) menyelenggarakan Gelar Goyang Mamarung yang dikemas melalui Pesta Rakyat “Kuwera Bakti Sabilulungan”.

Abah Nanu salah satu pegiat acara ini menyampaikan bahwa kegiatan ini rencananya akan digelarkan pada Peringatan Hari Tari Se-dunia yang dilaksanakan setiap tanggal 12 April.
Namun untuk tahun ini dikarenakan adanya pandemi maka acara yang sudah direncanakan sejak bulan September tahun lalu pada akhirnya dilaksanakan hari ini.
Dirinya sebelumnya sudah menyampaikan program ini untuk dilaksanakan di Kota Bandung atau oleh pihak Provinsi Jawa Barat, namun dengan alasan Covid-19, kedua pemerintahan tidak memberikan tanggapannya. Akhirnya pihak Kabupaten Bandung, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudaaan (Disparbud) kegiatan ini dapat direalisasikan.

Adapun pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan melalui dua kemasan, kemasan pergelaran secara live dan secara virtual. Untuk kegiatan yang dilaksnakan secara virtual diikuti oleh 71 Sanggar yang ada di 75 kota dan Kabupaten Jawa Barat, DKI Jakarta, Solo dan Kota lainnya.
Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Dom Bale Rame ( Sabilulungan ) Komplek Pemda Kabupaten Bandung.
Plh.Sekda Kabupaten Bandung, Tisna Umara mengatakan bahwa sesuai visi Kabupaten Bandung, Maju, Mandiri dan Berdaya Saing maka semua kegitan yang ada di Kabupaten Bandung harus didukung oleh seluruh lapisan masyaeakat dengan peningkatan kualitas dirinya yang inovatif, kreatif dan hal itu berwujud melalui realita warga yang merdeka lahir dan bathin.
Pada era 4.0 dimana semua aspek diorientasikan pada digitalisasi, otomatisasi dan efisiensi di berbagai ruang sendi kehidupan dan hal ini merupakan tantangan paling besar di bidang pariwisata, seni dan budaya termasuk pada saat kondisi pandemi seperti sekarang ini. Maka keberadaan inovasi dan kreatifitas adalaha hal yang mutlak.
Event ini termasuk event pertama di masa pendemi dan ini sekaligus sebagai simulasi penyelenggaraan kegiatan seni budaya di masa pandemi.
Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para pelaku seni dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap seni budaya, peningkatan kunjungan wisata.
Abah Nanu berharap agar pemerintah sebagai regulator memberikan akses berupa solusi kepada para pelaku seni budaya untuk terus berkreasi karena pada kenyataannya dalam kegiatan seni budaya ini ada berapa banyak warga masyarakat yang terkoneksi dan menggantungkan mobilitas ekonominya melalui kreatifitas tersebut. Tentunya dengan memberikan ruang kreatifitas yang disesuaikan dengan kebijakan yang berbasis kondisi kekinian.
(Kang Amat)