Prabunews.com – Di tengah turunnya harga minyak mentah, harga gas di Amerika Serikat (AS) justru melesat menjadi US$4,328 per galon atau setara Rp62.863
Harga gas naik US$0,13 hanya dalam sepekan, dari harga awal US$4,07 per galon. Kenaikan ini dipicu oleh invasi Rusia terhadap Ukraina yang membuat harga komoditas energi dunia melonjak
Sebelum perang Ukraina harga gas per galon ialah sebesar US$3,335 pada 23 Februari, kini harga sudah melambung 23 persen lebih tinggi
Menurut perkiraan Direktur Utama Lipow Oil Associates Andy Lipow, harga gas berpotensi naik lagi dalam 10 sampai 14 hari ke depan menjadi US$4,50, memecahkan rekor tertinggi sebelumnya, yakni US$4,331.
Di samping itu, minyak diketahui turun di hari yang sama dengan gas yang beranjak naik. Harga minyak mencatat penurunan terbesar sejak akhir Maret. Salah satu faktor turunnya harga minyak ialah aksi jual cepat di Wall Street.
“Harga minyak baru saja tersapu dalam aksi jual cepat dan tajam di seluruh aset berisiko,” kata Analis Minyak Utama Kpler Amerika Matt Smith.
Namun, perkiraannya harga minyak akan tetap tinggi imbas dari perang Rusia-Ukraina yang terus membayangi pasar energi.