Prabunews.com – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) menggelar silaturami dalam rangka Hari Jadi FPRB yang pertama tanggal 30 September 2022.
“Jadi hari ini kita seluruh pengurus beserta wakil teman-teman dari 40 komponen bertemu dalam rangka hari jadi FPRB yang pertama,” buka Ketua FPRB Kota Bandung Trio Meirdiano di Diskar PB.
Untuk diketahui, FPRB sendiri dikukuhkan pada 30 September 2021 lalu. FPRB bergerak di bidang pengurangan risiko, mitigasi, pra, tanggap, pasca bencana.
Adapun komponen yang dimaksud yakni meliputi Dewan Pakar, Diskar PB, Rescue, Penggiat lingkungan, Sosial, Disabilitas, Pemuda Pancasila, Pramuka serta yang lainnya.
Trio dalam sambutannya mengatakan bahwa program-program yang selama ini berlangsung bersama Diskar PB akan terus dijalankan kedepannya.
Untuk itu, pihaknya akan terus bersosialiasi kepada seluruh kelurahan.
“Kita mengumpulkan 150 kelurahan. Kita pun mengerahkan tim asesor di lapangan untuk kemudian mensosialisasikan tentang kebencanaan,” jelas Trio.
Meskipun baru dibentuk satu tahun lalu, kata Trio, FPRB ini sudah dituntut menjadi body superior.
“Tetapi itu tidak menjadi masalah, karena seiringnya waktu, proses-proses dijalankan nantinya bisa berstimulasi untuk akhirnya mengerti urusan pra, saat, pasca bencana,” ujarnya.
Harapan dari Diskar PB sendiri, kata Trio, tetap memperhatikan potensi unsur-unsur kebencanaan di Kota Bandung yang sangat besar.
Trio mengungkap bahwa kedepannya ada rencana untuk menghadap Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.
“Tujuannya untuk menggaungkan kembali permasalah-permasalahan bencana yang ada di Kota Bandung, yaitu penduduk termasuk masalah kultur serta multietnis,” Ia melanjutkan.
Menurut Trio, yang bisa memperkeruh keadaan Kota Bandung itu adalah keadaan sosial.
“Jadi kita (FPRB) sebagai mitra pemerintah terus berupaya, jadi apapun yang kita lakukan untuk Kota Bandung,”
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Diskar PB Iwan Rusmawan menyebut bahwa sebagai dinas dirinya berkontribusi sebagai fasilitator, regulator, serta pelayanan publik.
“Yang lebih tau itu pasti kalian, yang memang berada dilapangan beda dengan saya. Jadi untuk itulah kita bermitra,” ujarnya.
Menurutnya, masing-masing memiliki tugas dan perannya tersendiri sesuai dengan keahliannya masing-masing.
“Untuk itu, mewakili Diskar PB, mohon dukungan, bantuan, arahan oleh teman-teman semua. Jadi bukan hanya pemerintah saja yang bisa mengarahkan, namun kalian juga bisa,” harap Iwan.
Sehingga, bersama-sama kita kerahkan kemampuan masing-masing untuk berkolaborasi untuk ketangguhan, kemajuan Kota Bandung dalam menghadapi bencana.
Menutup sambutannya, Ia juga turut menyingung soal Sesar Lembang yang memang sedari dulu sudah di peringatkan.
“Ini kan sebuah bencana, kita sudah tahu sebelumnya, sudah waspada. Sehingga seharusnya sudah tahu apa saja yang harus kita lakukan untuk menghadapi hal tersebut,” ujar Iwan.
Acara hari jadi FPRB ini diawali dengan acara syukuran potong tumpeng dan ditutup tausyah yang berakhir dengan khidmat.