Hati-hati Kasus Omicron meningkat !!!

Bandung, Prabunews.comKeberadaan beberapa warga Kota Bandung yang terpapar virus Covid-19 jenis Omicron tidak lantas harus membuat seluruh warga Kota Bandung paranoid. Ada banyak upaya yang bisa dilaksanakan oleh individu ataupun institusi untuk bersama-sama meningkatkan tanggung jawab dalam rangka meminimalisir penyebaran Virus Omikron ini.

Drs. Asep Saeful Gufron Asisten Daerah 1 Kota Bandung sekaligus sebagai Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung mengatakan beberapa hari yang lalu seperti sudah diketahui bersama ada sebanyak 6 orang yang terpapar Virus jenis Omikron ini dan ke-6 orang tersebut dinyatakan sudah sehat atau sembuh.
Dirinya menyatakan bahwa meskipun virus omikron tidak sama dengan virus Delta dalam hal ini berhubungan dengan berbahayanya virus tersebut terhadap kesehatan masyarakat namun masyarakat dihimbau untuk selalu waspada, jangan abai dengan senantiasa meningkatkan kedisiplinan prokes.

Selain itu pihak pemerintah kota Bandung terus gencar melaksanakan pengarahan yang berhubungan dengan upaya pencegahan penyebaran virus ini dimulai tingkat kecamatan Kelurahan sampai ke tingkat forum RW selain surveyland yang selama ini terus dilaksanakan.

Pemerintah Kota Bandung tidak mengharapkan lonjakan penyebaran omicron ini masuk dalam kategori tinggi ini dan ini kuncinya kembali lagi kepada seberapa besar komitmen semua warga Kota Bandung untuk senantiasa mengikuti arahan dan petunjuk dari pemerintah.

Sementara itu dr.Rosye Arosdiani Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Bandung mengatakan meskipun kebanyakan kasus gejala Omikron itu ringan namun masyarakat tetap harus mengikuti prosedur yang ketat karena ternyata pada kasus-kasus tertentu ditemukan Virus Omikron ini masuk dalam kategori berat.

Ada beberapa kelompok yang rentan dengan penyebaran virus ini diantaranya lansia, komorbid serta masyarakat yang memiliki gangguan imunitas. Hampir semua gejala dari virus omikron ini semuanya dikategorikan ringan, seperti batuk pilek biasa namun kami mengharapkan ada gejala warga masyarakat diharapkan harus cepat memeriksakan diri, tegas Rosye.

Sementara itu bicara tentang kekhawatiran penyebaran virus ini di ruang-ruang pendidikan dijelaskan oleh Drs. Bambang Arianto, M.Pd dari Dinas Pendidikan Kota Bandung mengatakan bawah pelaksanaan PTMT yang digulirkan di kota Bandung hadir berdasarkan survei yang dilaksanakan diantaranya pada pertengahan Desember dan pertengahan Bulan Januari 2022.
Hasil dari survei tersebut menyimpulkan bahwa hampir 98% baik itu orang tua maupun siswa menghendaki dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dan Bertahap.

Dalam pelaksanaannya pun Disdik Kota Bandung berdasarkan evaluasi kesiapan diri satuan pendidikan dengan mengelompokkan beberapa sekolah untuk melaksanakan PTMT-T ini diantaranya bagi kelompok 1 melaksanakan 100%, kelompok 2 – 75%, kelompok 3 – 50% dan kelompok 4 – 25%.
Selain itu untuk terus Disdik Kota Bandung terus mengupayakan kewaspadaan dan kesiapan warga sekolah untuk tetap konsisten dalam melaksanakan prokes bahkan Dinas Pendidikan Kota Bandung memberikan penguatan materi pelajaran tentang life skill dan pengetahuan tentang Virus C 19 agar warga sekolah khususnya siswa bertambah wawasan tentang Virus C-19 dan mengetahui bagaimana mereka harus hidup di Era New Normal.
Mengkampanyekan gerakan disiplin hidup sehat berbasis prokes.

Apabila pada kenyataannya terdapat kasus kasus yang berhubungan dengan terpaparnya warga pendidikan oleh virus sebut terutama bagi sekolah yang terpapar nya diatas 5% Maka pt.mtm nya berhentikan terlebih dahulu selama 15 hari.

Upaya monitoring dan evaluasi berbasis sinergitas lintas sektor terus diupayakan agar pelaksanaan PTMT-T dapat terus dilaksanakan dan kenyamanan serta kesehatan warga sekolah dapat terus ditingkatkan.

Terakhir dr.Rosye mengingatkan dalam upaya meningkatkan kesiagaan serta kewaspadaan maka kita harus memahami tentang tugas individu berhubungan dengan 5M serta tugas bersama yang berhubungan dengan 3T.

(Kang Amat)

Scroll to Top