Abdul menuturkan, sarana edukasi mengenai lingkungan di kawasan Cisurupan sudah tersedia secara alami. Sehingga, pendidikan yang diberikan tidak sekadar teori namun diiringi dengan praktik dan melihat kondisi nyata secara langsung di lapangan.
Ia juga mengaku akan melibatkan warga sekitar. Karena warga biasa menjalani keseharian beraktivitas mengelola lahan tersebut.
“Seperti belajar menabung air karena jelas di situ ada kolam retensinya. Wahana sawah di situ ada petani penggarap sudah ada, jadi tidak artificial guru yang jadi petani. Kuncinya memang warga sekitar yang kita arahkan dan fasilitasi menerima secara langsung. Jadi dapat benefit ekologis dan ekonomis,” tambah Abdul.
Baca Artikel : Dana BOS Pendidikan Kurang transparan & lemah dalam Pengelolaan
Selain itu Abdul menegaskan, konsep pusat pendidikan lingkungan di Cisurupan tidak akan berdampak negatif pada ekologis sekitar. Komunitasnya akan menata kawasan tersebut agar bisa dikunjungi orang dalam jumlah yang banyak.