Jakarta | Prabunews.com – Polemik pencabutan kartu liputan Istana milik jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia, akhirnya mencapai titik terang. Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden resmi mengembalikan kartu tersebut dan menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menuai sorotan publik.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media BPMI, Yusuf Permana, mengatakan pengembalian kartu telah dilakukan langsung kepada Diana Valencia disaksikan jajaran redaksi CNN Indonesia.
“Kami menyesalkan kejadian ini dan memohon maaf. Kartu liputan sudah kami kembalikan agar rekan jurnalis bisa kembali bekerja di lingkungan Istana,” ujarnya.
Pengembalian ini dilakukan usai audiensi antara pihak CNN Indonesia dan BPMI. Pihak CNN menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan bahwa Diana kini dapat kembali menjalankan tugas jurnalistik di Istana tanpa hambatan.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sebelumnya juga meminta BPMI untuk mencari “jalan keluar terbaik” agar polemik tidak berlarut. Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka dengan media demi menjaga kepercayaan publik.
Kasus ini sempat menjadi perhatian organisasi pers nasional maupun internasional. Kritik keras dilontarkan Dewan Pers, PWI, AJI, LBH Pers, Forum Pemred hingga Forwaka. Media asing pun ikut menyoroti pencabutan yang dinilai tidak lazim.
Meski polemik berakhir dengan pengembalian kartu dan permintaan maaf, peristiwa ini menjadi pengingat penting:
- Kebebasan pers adalah amanat konstitusi.
- Akses jurnalis tidak boleh dibatasi hanya karena pertanyaan kritis.
- Dialog konstruktif antara pemerintah dan media harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.
Pers adalah mitra kritis negara. Pertanyaan tajam bukan ancaman, melainkan kontrol sosial demi hak publik untuk tahu.**(rena)