Isu Perang Nuklir Rusia dan Ukraina, Menlu Rusia: Mustahil dan Saya Tidak Percaya

Prabunews.com – Rusia telah memberi pesan kepada dunia soal perang nuklir. Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia,  Sergei Lavrov mengatakan mustahil itu terjadi.

Mengutip dari Reuteurs, Lavrov mengatakan dia tidak percaya konflik di Ukraina akan berubah menjadi perang nuklir.

“Saya tidak ingin mempercayainya, dan saya tidak mempercayainya,” tegasnya di sela-sela pertemuannya dengan Menlu Ukraina di Turki, Jumat (11/3/2022).

Lavrov, yang telah menjadi Menlu Presiden Vladimir Putin sejak 2004 itu menyebut bahwa negara-negara barat lah yang telah menyebarkan isu terkait perang nuklir

Ia mengatakan, pembicaraan tentang potensi serangan Rusia terhadap negara-negara seperti Baltik dan lainnya, bahkan anggota Uni Eropa (EU) dan NATO hanya “tipuan lama”.

“Tentu saja itu membuat kita khawatir ketika Barat terus kembali dan kembali ke topik ini,” ujarnya lagi.

Menurut  catatan ACA tahun 2021, Rusia merupakan negara dengan senjata nuklir terbanyak. Terdapat 6.257 di mana 1.458 nya aktif, 3.039 tersedia dan 1.760 tak berfungsi (retired).

Kemudian Amerika Serikat menyusul (5.550), lalu China (350), Prancis (290) dan Inggris (255).

Sebelumnya, beberapa hari setelah serangan Rusia ke Ukraina, Putin sempat memerintahkan pasukan nuklir Kremlin untuk waspada tinggi. Pejabat Rusia mengutip komentar Inggris tentang kemungkinan konfrontasi antara NATO dan Rusia.

Di kesemapatan yang sama, Lavrov juga menyinggung soalvsanksi Barat. Ia menegaskan bahwa Moskow bisa tidak bergantung dan akan mengatasi konsekuensi ekonominya sendiri.

“Kami akan keluar dari krisis ini dengan psikologi dan hati nurani yang direvitalisasi. Kami tidak akan memiliki ilusi bahwa Barat dapat menjadi mitra yang dapat diandalkan,” kata Lavrov.

Lavrov mengatakan Rusia tidak akan mencoba meyakinkan pembeli mana pun untuk membeli energinya. Ia mengatakan Rusia memiliki pasar untuk minyak dan gasnya.

Scroll to Top