Bandung, Prabunews.com – Pandemi Covid-19 yang telah dirasakan lebih dari satu tahun, telah berdampak pada segala aspek kehidupan baik sosial, budaya, ekonomi, pendidikan dan bidang yang lainnya. Dalam bidang ekonomi pandemi telah dirasakan dan dapat kita lihat banyaknya UMKM yang gulung tikar, pekerja banyak yang terkena PHK yang disebabkan kondisi ekonomi yang sedang “sakit”.
Seperti yang diutarakan Pupuhu Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) Iwan Suhermawan kepada media Prabunews.com Sabtu (05/06/2021). Iwan menyatakan bahwa, “Pandemi covid-19 ini telah membawa petaka bagi mayoritas pedagang di Pasar Baru. Petaka ini dapat dilihat dari banyaknya toko yang tutup disebabkan tidak bisa membayar biaya sewa karena jumlah pengunjung yang minim dan faktor penyebab lainnya akses ke Pasar Baru yang buku tutup sebagai konsekuensi pemberlakuan PSBB dari pemerintah”, ujar Iwan.
Selain faktor di atas, kebijakan pemerintah pun ikut mempengaruhi tersendatnya perputaran barang dagangan. Iwan mencontohkan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan yang memberlakukan pembelajaran secara online, maka hal ini membuat peserta didik tidak memerlukan atau tidak memprioritaskan seragam baru, sepatu baru, tas baru dan lain sebagainya, sebagai imbas maka pedagang pakaian dan perlengkapan sekolah menjadi sulit untuk mendapatkan omset meskipun masuk pada tahun ajaran baru sekolah.
Iwan melanjutkan, Fakta lainnya yaitu dengan pembatalan ibadah haji yang telah berjalan selama dua tahun, maka pedagang yang menyediakan pakaian muslim serta oleh-oleh haji menjadi tidak ada perputaran barang. Dari pemetaan konsumen luar negeri mayoritas Warga Negara Malaysia yang banyak berbelanja di Pasar Baru, tetapi dengan kebijakan lockdown di Malaysia maka kita kehilangan pangsa pasar potensial.
“Dari kenyataan yang ada kiranya bisa memberikan gambaran nyata kondisi pedagang di Pasar Baru, maka perlu sikap sabar, ikhlas kepada semua pedagang di Pasar Baru, sambil menunggu revitalisasi kebijakan dari pemerintah serta inovasi dari pengelola Pasar Baru agar gairah perputaran ekonomi Pasar Baru dapat bergeliat kembali, sehingga bisa menyelamatkan nasib ribuan orang yang kehidupannya menggantung di Pasar Baru. Selain itu semoga pandemi ini bisa segera berakhir sehingga kehidupan ekonomi bisa normal kembali”, pungkas Iwan.
(Dadan Sambas)