Jokowi Dorong Ketahanan Pangan Sesuai Karakteristik Daerah

Prabunews.com – Presiden Jokowi saat ini tengah menekankan ketahanan pangan di Indonesia mengingat ancaman krisis pangan global yang terjadi saat ini juga meningkatkan kompetisi di sektor tersebut.

Namun perlu diperhatikan bahwa masing-masing daerah memiliki potensi yang berbeda. Dengan demikian, ketahanan di bidang pangan ini harus berbasiskan keunggulan masing-masing daerah.

“Kedaulatan pangan, ketahanan pangan betul-betul harus menjadi konsentrasi kita, fokus kita ke depan. Dan, setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan masing-masing sesuai dengan karakteristik tanahnya dan kondisi masyarakatnya dan sesuai dengan tradisi makan warganya,” ujar Jokowi.

Contohnya, sagu adalah komoditas yang cocok ditanam di tanah Papua sekaligus menjadi makanan pokok masyarakat di daerah tersebut.

Maka dari itu, penanaman tanaman tersebut harus terus dipertahankan dan tidak dialihkan ke komoditas lainnya yang tidak sesuai dengan karakteristik tanah dan masyarakat Papua.

Sagu dan porang juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor Indonesia. Komoditas ini banyak diminati oleh negara lain karena dinilai lebih menyehatkan.

Selain itu, Jokowi akan melakukan penanaman sorgum secara besar-besaran di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tanaman ini dinilai cocok dengan karakteristik wilayah serta akan menjadi kekuatan NTT di sektor pangan.

Penanaman sorgum itu telah diujicobakan di lahan seluas 40 hektare di Waingapu.

“Tanpa air yang banyak sorgum di NTT terlihat tumbuh sangat subur dan tumbuh sangat hijau. Ternyata sebelumnya memang warga di NTT itu nanem-nya sorgum atau cantel tapi bergeser ke beras,” ujarnya.

Sorgum juga dapat menjadi alternatif komoditas gandum. Seperti yang kita ketahui, saat ini harganya melonjak terdampak dari konflik Ukraina dan Rusia.

Adapun Impor gandum Indonesia saat ini mencapai 11 juta ton.

Jokowi pun meyakini bahwa kemandirian pangan Indonesia akan dapat terwujud jika semua daerah bergerak dengan kekuatan dan karakter masing-masing

“Kalau masing-masing daerah bergerak sesuai dengan kekuatan dan karakternya, kita akan bisa betul-betul membangun kekuatan besar di sektor pangan, produksi akan melimpah, dan diversifikasi pangan bisa dipertahankan. Inilah kekuatan besar bangsa kita,” jelasnya.

Scroll to Top