Cimahi, Prabunews.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) menggelar acara Desk Usulan Program Rencana Kerja 2022 di Harper Hotel, Kabupaten Purwakarta, Rabu (17/3/2021). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan disdik serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah dari 27 kabupaten/kota di Jabar.
Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi, menyatakan harus ada kolaborasi nyata antara pemerintah provinsi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu dan akses pendidikan di Jawa Barat. Salah satunya yaitu meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). ”Ada keterkaitan antara pemprov dan pemda. Walau beda garapan (satuan pendidikan), kolaborasi harus berkelanjutan untuk meningkatkan APK dan rata-rata lama sekolah yang kita harapkan,” ujar Kadisdik.
Dedi menegaskan, tidak ada artinya jika rata-rata lama sekolah SMA/SMK dan sedejarat meningkat jika di rata-rata lama sekolah di level SMP masih rendah. ”Karena APK dan rata-rata lama sekolah yang kita harapkan itu bergantung target rata-rata lama sekolah yang ingin dicapai di kabupaten/kota,” ujarnya.
Selain itu, kadisdik menekankan pentingnya integrasi antara satuan pendidikan untuk mempermudah akses pendidikan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, ia berharap bisa tersusun program rancangan kerja yang efektif dan inovatif untuk mencapai visi “Jabar Juara Lahir Batin, ” Karena dengan inovasi kita bisa melakukan percepatan dan lompatan untuk mencapai tujuan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sub-bagian Perencanaan dan Pelaporan Disdik Jabar, Firman Oktora, menjelaskan, kegiatan ini merupakan media koordinasi untuk memfasilitasi stakeholder di bidang pendidikan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota. ”Kami berharap usulan dari Musrenbang yang dilaksanakan kabupaten/kota bisa dijadikan referensi dan formulasi untuk membuat kebijakan pendidikan di Jawa Barat,” tuturnya.
Dengan adanya persamaan visi dan misi antara pemerintah provinsi dan penerintah daerah, Firman meyakini akan tercipta kolaborasi yang optimal. ”Setelah itu kita bisa tempuh dan memacu kolaborasi untuk meningkatkan APK, APM dan nilai mutu pendidikan di Jawa Barat,” pungkas Firman.
(Dadan Sambas)