Kampung Bebek Mengangkat Tradisi Sunda di Era Modern

Bandung, Prabunews.com – Menggali dan mempromosikan potensi dan nilai lokal bisa dilakukan dengan berbagai upaya.Banyak ruang yang dipergunakan oleh masyarakat melalui komunitasnya untuk menyampaikan pesan-pesan lokal yang positif, salah satunya melalui media film.

Adalah Raditya sang sutradara yang memiliki keberanian mengangkat nilai lokal itu terutama yang berhubungan dengan dinamika kehidupan para penunggang kuda besi lawas. Dengan mengambil Judul “Kampung Bebek”, dirinya berani menghadirkan originalitas kehidupan para bebeker tersebut.

Raditya mengatakan yang melatar belakangi dibuatnya film kampung bebek adalah karena ingin mengangkat tradisi budaya Sunda di era modern dengan balutan komedi yang syarat dengan nilai – nilai yang beragam.

Film yang digarap mulai tanggal 28 Mei 2020 dan mengambil lokasi syuting di Cantilan Desa Jati Sari ini diantaranya dibintangi oleh para pemain inti atau utama yakni Garang Ontohod sebagai udung, Dilan Murphy sebagai Manis, Mat Beller sabagai emen dan Asep boya sebagai Asep Yuda, Deden Kosasih sebagai kyai kohar, Yana Jabrig, Kang Haji Zae dan yang lainya.

Sementara untuk proses pembuatan filmnya sendiri, Raditya mengatakan pembuatan series kampung bebek dilakukan dengan basis day buy day untuk kedepan nya masih belum tahu akan bagaimana.

Sementara untuk saat ini dalam hal produksi film dari pihak pemerintah belum ada dukungan dan memang sampai saat ini kita juga belum ada upaya kesana.

Beliau berharap semoga film ini menjadi tontonan dan tuntunan serta ini menjadi media untuk menunjukan kreatifitas warga Bandung dan Jabar dengan tema Sunda di era modern.

Untuk animo penonton film ini sendiri Raditya mengungkapkan rasa syukurnya, Allhamdulilah tanggapan cukup bagus dengan data penonton semakin naik rata – rata viewers sampai seribu sehari.

Tanggapan baik juga dari komunitas motor klasik se Indonesia karena dengan adanya kampung bebek motor C70 khususnya naik kembali di pasaran.

(Kang Amat)

Scroll to Top