Bandung, Prabunews.com – Indonesia merupakan tanah yang telah dipilih oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menyimpan berbagai kekayaan dan seni budaya.
Dari banyaknya suku bangsa, bahasa dan seni budaya, ini merupakan aset yang sangat luar biasa dan tidak berbatas waktu/tidak kadaluarsa.
Di Jawa Barat sendiri hadir begitu banyak seni budaya yang sangat luar biasa dengan nilai-nilai luhur.
Salah satu karya seni budaya yang sangat fenomenal dan masih eksis adalah seni Debus.

Adalah Kang Za, seorang pria kelahiran Bandung pada tahun 1983, yang sampai sekarang masih eksis untuk terus membumikan seni Debus ini.
Beliau mengatakan bahwa dirinya sebagai pribumi, orang yang dilahirkan di negeri yang kaya akan karya seni tradisi memiliki tanggung jawab untuk terus melestarikan salah satu karya seni ini.
Kang Za mengatakan bahwa dirinya menekuni dan belajar seni Debus ini sejak tahun 2013 yang dipelajarinya dari tokoh-tokoh yang ada di Tatar sunda.
Dirinya secara konsisten mengenalkan seni yang satu ini ke berbagai daerah di tanah air diantaranya ke Bengkulu, sumatera dan Bali.
Kang Za menyatakan bahwa sampai saat ini hampir tidak ada perhatian dari pemerintah daerah termasuk dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata padahal dirinya sangat berharap banyak untuk mendapatkan dukungan dari dinas tersebut mengingat bahwa harapan untuk bisa terus eksis di bidang seni yang digelutinya ini sangat membutuhkan dukungan moril maupun material.

Dengan hadirnya dukungan dari Pemerintah dirinya berharap akan lebih memajukan seni dan budaya untuk masa kedepannya , biar seni budaya yang ada di Nusantara khususnya Indonesia bisa lebih maju & bisa go international mengharumkan nama bangsa & negara.
Selama masa pandemi aktifitas atraksi seni debus yang digelutinya sangat terganggu namun dengan keadaan sekarang semoga ini bisa menjadi pelajaran & semoga kedepannya bisa lebih terbuka ruang dan berkah, ujar Kang Za pada saat ditemui di Padepokan Ulin Usik Debus Indonesia yang beralamat di jl. Bukit pakar timur (Saung Paniisan).
Semoga harapan baik untuk terus melestarikan seni budaya ini mendapatkan perhatian khusus jangan sampai menunggu dipatenkan oleh negara lain.
(Kang Amat)