Cimahi, Prabunews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kembali melakukan rapid tes dengan sasaran karyawan pasar modern yang ada di Jalan Kerkof, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Rabu, 5 Agustus 2020.
Sebanyak 200 alat rapid test disiapkan Dinkes Kota Cimahi. Selain karyawan pasar modern, petugas juga menyasar juru parkir dan pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sekitar pasar modern tersebut.
Berdasarkan pantauan, beberapa karyawan terlihat diambil sampel darahnya untuk dicek dengan alat deteksi rapid test. Lima petugas dari Dinkes dengan mengenakan pakaian hazmat dan alat pelindung diri (APD) lengkap, mengambil satu persatu sampel darah dari karyawan. Mereka juga ditanya riwayat perjalanan selama beberapa waktu terakhir, serta didata identitas dan nomor ponselnya.
Kegiatan rapid test ini disaksikan langsung Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna dan jajarannya.
“Kegiatan ini adalah rutin, salah satu program dari gugus tugas dalam hal ini kita kirim tim kesehatan untuk melakukan rapid test. Kemarin kita di daerah Cigugur, sekarang di Leuwigajah karena disini disinyalir tempatnya cukup ramai dan pegawainya juga cukup banyak,” terang Ajay.
Usai semua karyawan di rapid test, sambung Ajay, tes cepat ini juga dilakukan terhadap pengunjung secara acak. “Hari ini targetnya 200 sampai 250 orang, mudah-mudahan tercapai, karena diindikasikan sekarang trend positif Covid – 19 di pasar modern naik. Dan hal itu perlu kita antisipasi,” ungkapnya.
Menurut Ajay, kasus positif Covid-19 trendnya lagi naik, terlebih lagi ada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jabar yang diantaranya warga Kota Cimahi yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Kita tahu Pusat Pemerintah Provinsi Jawa Barat ditutup sementara, karena terjadi sesuatu. Karena trend lagi naik, kita antisipasi dengan ini, bagaimana caranya di Kota Cimahi jangan sampai naik. Mudah-mudahan masyarakat bisa lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan,” tuturnya.
Diakui Ajay, jika pasar modern di Kota Cimahi hampir semuanya sudah menerapkan protokol kesehatan, termasuk fasilitas pendukungnya seperti tempat cuci tangan dengan sabunnya, dan ada tanda jarak di depan kasir.
“Tadi saya ngobrol dengan managernya tentang fasilitas toko dan protokol kesehatan seperti apa yang telah dijalankan karena pengunjungnya bisa ribuan, sehingga bagaimana mengaturnya. Yang tidak boleh dilupakan adalah bagaimana protokol kesehatannya. Tapi memang disini cukup baik, tanda-tanda terutama di depan kasir guna mengatur antrian telah terpasang serta standar protokol kesehatan juga sudah sesuai standar,” ujar Ajay.
(Dadan Sambas)