Bandung, Prabunews.com – Buntut dari adanya penutupan beberapa ruas jalan di Kota Bandung yang diberlakukan sejak Jumat,18/9 selain berimbas terhadap berubahnya rute jalan yang dilalui warga juga beberapa sektor strategis usaha masyarakat terdampak dengan kebijakan itu dan dianggap sangat sangat merugikan.

Salah satu sektor yang terpukul diantaranya para pedagang di sepanjang jalan Otista terutama para pedagang Pasar Baru Bandung.
Hal itu sangatlah logis mengingat dengan ditutupnya akses jalan itu jumlah pengunjung ke Pasar Baru sangatlah terganggu bahkan sebelum ada kebijakan ini saja jumlah pengunjung ke Pasar yang menjadi ikon kota ini hanya 30%, apalagi setelah adanya kebijakan ini.

Sesuai yang disampaikan oleh Kasubnitgasus Turjawali Sat Lantas Polrestabes Bandung, Iptu Pepen Ahmad Supriatna pada jumat (18/9), Penutupan jalan dilakukan pada pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB, pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. Dan terakhir ditutup mulai pukul 21.00 WIB hingga 06.00 WIB.
Adapun ruas jalan yang mengalami penutupan diantaranya :
1. Simpang Otista-Suniaraja sampai dengan Otista-Asia Afrika
2. Mulai dari Simpang Asia Afrika-Jalan Tamblong sampai dengan Jalan Asia Afrika-Jalan Cikapundung Barat
3. Mulai dari Jalan Purnawarman-Jalan Riau sampai dengan Jalan Purnawarman-JalanWastukencana
4. Mulai dari Jalan Merdeka-Jalan Riau sampai dengan Jalan Merdeka-Jalan Aceh
5. Mulai dari Jalan Merdeka-Jalan Aceh sampai dengan Jalan Merdeka-Jalan Jawa.
Sebagai sebuah bentuk kekecewaan atas kebijakan itu, tadi pagi ratusan pedagang melakukan kegiatan botram bareng di beberapa titik jalan Otista.

Iwan Suhermawan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B) mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan spontanitas dari para pedagang sebagai ekspresi kekecewaan mereka atas kebijakan penutupan ruas jalan yang secara jelas menghantam kondisi ekonomi mereka.
Pada saat para pedagang semangat untuk keluar dari masalah keterpurukan usahanya walaupun kenyataannya untuk kembali bangkit seperti sedia kala sangat sulit diwujudkan, belum lagi tuntutan kewajiban para pedagang yang tidak kecil ditambah kebijakan baru tentang penutupan ruas jalan ini maka lengkaplah sudah penderitaan dan nasib para pencari receh tersebut, tegas Iwan.
Kita tentunya sangat mengharapkan agar setiap kebijakan dipetakan aspek pantulan dan eksesnya sehingga akan hadir sebuah pilihan kebijakan yang merugikan masyarakat,tutur Iwan.
(Kang Amat)