Bandung, Prabunews.com Tanggal 26 Juni setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Anti Narkoba Internasional.
Momentum HANI sebagai ruang penyadaran bagi seluruh warga bangsa yang memberikan penegasan serius tentang masalah yang sangat menghancurkan generasi muda bangsa.
Keberadaannya sudah menembus benteng-benteng yang sejatinya sulit ditembus baik ruang teritorial maupun ruang penggunanya.
Drs.Cucu Saputra, M.M.Pd Ketua PGRI Kota Bandung mengatakan bahwa Persoalan Narkoba merupakan tanggung jawab bersama termasuk bagi entitas pendidikan.
Peranan pendidikan memiliki peranan strategis dalam memberikan ruang aksesibilitas bagi pencegahan penetrasi Narkoba bagi generasi muda.
Cucu Saputra menegaskan sangat dibutuhkan komunikasi dan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan orang tua sebagai bagian terpenting untuk membentengi setiap generasi muda dari serangan berupa kesempatan sekecil apapun penyebaran Narkoba.
Sharing informasi sebagai upaya preventif menjadi sebuah keharusan yang terus terbangun karena berdasarkan ciri-ciri tertentu orang tua dan civitas akademika dapat mengetahui gejala anak yang teridentifikasi menggunakan Narkoba.
Selain itu perlu diciptakan suasana sekolah dan rumah yang lebih ramah terhadap anak (well-being), hadirnya suasana gembira dan bahagia di dua ruang itu.
Pendidikan harus juga memberikan ruang yang gembira dan bahagia sehingga sekolah menjadi ruang yang memberikan nilai tambah bagi hadirnya kesehatan fisik dan mental bagi warga sekolah khususnya peserta didik, tegas Cucu Saputra.(Kang Amat)