
DENPASAR,Prabunews.com- Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu mengungkapkan, di tahun 2022 ini. Instansinya sedikitnya memperoleh 10 pengjargaan dari berrbagai kegiatan
Hal itu diungkapkan dalam acara Press Conference yang diselenggarakan di Ruang Dharmawangsa Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham, Bali, Senin (26/12).
Dalam acara yang dihadiri para petinggi Kanwil Kumham Bali, diungkapkan bahwa Kemekumham Bali dan jajarannya, diluar rencana kerja, juga ikut aktif mendukung dua hajatan internasional di tahun 2022 ini.

Dukungan dalam event internasional tersebut adalah, pelaksanaan The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduktion (GPDRR) 2022 di Nusa Dua Convension Center (BNDCC) Nusa Dua, Bali pada 25 Mei 2022.
Serta pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dari tahap persiapan, pertemuan pendukung (side event) hingga kegiatan puncak KTT G20 di Kawasan Nusa Dua pada 15 dan 16 November 2022.
“Sedangkan kegiatan yang terprogram secara administrasi, adalah, alokasi APBN kepada Kemenkumham Bali sebesar Rp 240.754.895.000, sudah terserap 97,29 persen dari total anggaran,” jelasnya.
Lanjutnya, di tahun 2023 nanti akan ada alokasi penambahan anggaran sekitar Rp 41 miliar yang akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap warga binaan.
Di antaranya, untuk membangun blok hunian baru yang terintregasi dengn tempat ibadah dan aula di Lapas Kerobokan dan mengadakan fasilitas air bersih di Lapas Bangli.
Terkait pariwisata, Anggiat menjelaskan, mengalami kenaikan yang cukup segnifikan di bandingkan tahun lalu. Untuk jumlah kedatangan turis asing ke Bali sebanyak 1.832.071 WNA dan keberangkatan 1.770.444 WNA.
Begitu juga dengan permohonan paspor yang mengalami peningkatan hingga dua kali lipat. Untuk paspor biasa pada 2021 ada 24.179 dan 2022 ada 56.340 permohonan.
Sedangkan paspo elektrik dari 4.555 pada tahun lalu menjadi 8.024 permohonan pada tahun 2022. (Hadi W).