Bandung, Prabunews.com – Pemberdayaan sekolah memerlukan terobosan-terobosan yang berorientasi terhadap hadirnya kekuatan kolaborasi dan sinergitas.
Hal ini merupakan sebuah tanggung jawab bersama dari warga sekolah karena Setiap keberhasilan dari satuan pendidikan itu data merupakan hasil kerjasama sebuah warga sekolah.
Hal itu nampak secara kasat mata dari keberadaan SMP Negeri 53 Kota Bandung setiap siapapun menyambangi sekolah tersebut perubahan demi perubahan nampak jelas.
Seperti yang dapat disaksikan saat ini di SMPN 53 Kota Bandung telah hadir kembali 3 sudut literasi yang dihadirkan di lingkungan sekolah tersebut.
Suciati Kepala SMP Negeri 53 Bandung mengatakan bahwa kehadiran sudut literasi merupakan sebuah upaya dalam rangka membangun semangat membaca para siswa dengan kehadiran sudut-sudut literasi di SMP 53 Bandung diharapkan para siswa Ricky motivasi yang tinggi dalam menambah wawasan keilmuan yang bersumber dari Ruang Baca termasuk media sumber bacaan yang ada.
Sebelum masuk sekolah pada saat istirahat dan pada saat pulang sekolah nampak para siswa meluangkan waktu dari perjalanan pembelajarannya di sekolah untuk membaca berbagai sumber literasi yang ada di sudut baca itu.

Selain itu sudut sudut literasi ini masuk dalam program unggulan SMPN 53 Bandung sehingga di dalam realisasinya secara jelas ada penanggung jawab dan tim yang secara tidak langsung merencanakan melaksanakan dan mengembangkan setiap program literasi yang ada di sekolah, jelas Suciati.
Berbagai sumber bacaan hadir di sudut literasi tersebut selain buku-buku fiksi non fiksi majalah dan bahkan yang sangat menarik hadir banyak bacaan yang merupakan karya dari warga sekolah.

Kedepannya diharapkan akan dihadirkan sudut area sekolah yang sampai saat ini belum dimaksimalkan pemanfaatannya, ungkap Suciati.
SMP Negeri 53 Bandung pada kesempatan saat ini sedang meningkatkan geliat untuk menyongsong menjadi sekolah Adiwiyata Nasional setelah pada tahu ini mendapatkan apresiasi raksa Prasada dari Gubernur Jawa Barat sebagai sekolah adiwiyata tingkat provinsi.
Penataan lingkungan dan peningkatan budaya kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan terus diupayakan termasuk didalamnya usaha membangun komitmen warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan sekolah yang nyaman dan menjadi sumber belajar bagi peserta didik.
(Kang Amat)