Bandung, Prabunews.com – Menjelang diterapkannya new normal atau tatanan normal baru pasca pandemi Covid-19, Museum Negeri Jawa Barat Sri Baduga, melakukan konservasi dan pemeliharaan benda-benda budaya koleksinya.
Konservasi tahap awal, dilakukan terhadap benda-benda koleksi yang dipamerkan dengan prosedur dan protap yang telah ditentukan,serta melakukan penyemprotan disinfektan diruang pamer dan dilingkungan museum.

Menurut Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat, Eddy Sunarto, keterbatasan SDM, sarana dan prasarana menjadi salah satu kesulitan,yang harus dihadapi dalam kegiatan keservasi koleksi di Museum Negeri Jawa Barat Sri Baduga.
“Dampak dari Pandemi Corona Virus Disease -19 (Covid -19), telah mengakibatkan pemotongan anggaran buat sejumlah kegiatan, namun kekurangan tersebut tidak menjadi penghalang bagi kami untuk menyelamyakan koleksi di museum Sri Baduga jangan sampai rusak, sehingga bisa menghilangkan bukti sejarah ataupun budaya,” ujar Eddy, disela kegiatan konservasi benda koleksi Museum Negeri Jawa Barat Sri Baduga, di Jalan BKR 185, Kel. Pelindung Hewan Bandung, Kamis (28/5/2020).
Dikatakan Eddy Sunarto, sejak diberlakukan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 443/Kep-157-Dinkes/2020,
Berkaitan menjelang pelaksanaan new normal atau tatanan normal baru pasca pandemi Covid-19, sampai saat ini masih menunggu petunjuk, serta aturan baku yang ditetapkan.
Selain itu, pihaknya telah menyiapkan bilik disinfektan bagi pengunjung sebelum masuk ke museum, sarana untuk mencuci tangan, serta cairan hand sanitizer. “Yang sedang kami pikirkan adalah pola kunjungan, karena kunjungan dalam satu rombongan bisa 200 sampai 400 orang, dan mungkin nanti akan kami batasi 50 sampai 100 orang perkunjungan,” pungkas Eddy.
(Mz)