BANDUNG, Prabunews.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai imbas pandemi covid 19 yang diberlakukan di Kota Bandung dinilai masih tebang pilih dan tidak merata. Hal ini berdasarkan fakta dan hasil pengamatan di lapangan oleh Akhyad Ketua Umum LSM Tuar. Jum’at (15/5/2020).
“Disana saya terjebak macet total karena bersamaan dengan bubaran karyawan Pabrik Kahatex dan pergantian shift, mulai dari PKL, angkot serta ribuan manusia.” Tutur Kang Akhyad sapaan akrabnya saat dirinya lewat Jalan Cijerah dengan tujuan Komplek Bumi Asri.
”Disini mereka terlihat tidak mengindahkan SOP Pencegahan Wabah Covid-19. Begitu juga di tempat lain seperti antrian perpanjangan Pajak STNK R2 & R4 terjadi kerumunan orang banyak di Samsat Soekarno Hatta juga numpuk, sementara Jl. Asia Afrika, Jl. Merdeka, Jl. Aceh sepi karena di blokir jalannya”, pungkas
Sayangnya tempat ibadah masih sepi dari kegiatan rutin karena belum ada ijin dibuka kembali, lanjut Ahkyad. Khususnya umat islam yang merindukan shalat wajib berjama’ah, shalat jum’at & shalat tarawih. Begitu juga sekolah tempat pendidikan masih belum jelas juga sampai kapan siswa mengakhiri belajar dirumah.
“Hal ini sudah saya sampaikan juga ke Pak Sekda selaku Ketua Harian Gugus Tugas Kota Bandung. Berdasarkan Laporan Tim Gugus Tugas tingkat Kota, Kec. Bandung Kulon yang masih ada kegiatan kerumunan masa tidak melaporkan secara faktual ke Tim Gugus Tugas Kota Bandung.
Intinya diharapkan pemerintah segera mengakihiri pemberlakuan aturan red zone. Karena Kasihan rakyat sudah tidak berdaya apalagi bantuan sosial baik dari pemerintah pusat maupun daerah tidak tepat sasaran. Baik yang tercatat dinsos maupun yang tidak tercatat termasuk warga misbar dengan adanya pandemi cofid-19 ini”, terangnya. (YR)